Young Ster
Selfie Makin Meriah dengan Tongsis
BEBERAPA pekan terakhir, tongsis alias tongkat narsis tiba-tiba marak di Kota Jambi. Keberadaannya menjadi
Penulis: Frima Ayu Septya | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM - BEBERAPA pekan terakhir, tongsis alias tongkat narsis tiba-tiba marak di Kota Jambi. Keberadaannya menjadi must have item yang membantu muda-mudi agar dapat narsis lebih maksimal. Benda berwujud monopod yang dilengkapi pemegang handphone khusus ini kerap dikeluarkan dari tas-tas remaja maupun orang dewasa ketika berkumpul. Dengan rentang panjang kurang lebih satu meter, cukup ideal untuk mengambil angle foto menggunakan kamera handphone.
Keberadaan tongsis di Jambi memang sempat membuat tanda tanya, mengingat keberadaan benda ini sudah pernah populer di tahun 2012. Adalah Anindito Respati Giyardani, sang creator tongsis yang merupakan putra asli Indonesia. Lelaki yang biasa disapa Babab ini mulai mengenalkan benda yang awalnya diberi nama tongkat ajaib ini pada ajang temu komunitas IPhonesia, komunitas para pengguna IPhone di Indonesia. Puncak kepopuleran tongsis saat ibu Ani Yudhoyono menggunakan tongsis hasil hadiah anggota Iphonesia, yang kemudian ia upload di jejaring sosial.
Tongsis memiliki beberapa jenis, dari tongsis rentang hingga tongsis duduk. Tongis duduk lebih mirip tripod mini, karena memiliki tiga kaki. Meski memiliki tiga kaki, tongsis duduk tetaplah disebut tongsis alias tongkat narsis. Biasanya tongsis duduk digunakan untuk pengambilan gambar rendah yang diletakkan di atas meja atau papan datar lainnya.
Sedangkan tongsis rentang yang berwujud tongkat (monopod) lebih populer. Jenis ini paling banyak dicari di Jambi karena sangat simpel digunakan. Tongsis jenis ini memiliki beberapa tipe juga, ada yang biasa dan ada yang dilengkapi tombol Bluetooth untuk memudahkan pengambilan gambar. Beberapa karyawan konter asesoris handphone di Jambi mengaku tongsis ini memang baru masuk di Jambi kisaran dua bulan yang lalu.
“Kalau yang biasa Rp 85 ribu sudah dapat. Di sini tinggal itu yang ada,” kata William, karyawan Eleven ketika ditemui Tribun, Sabtu (9/8) siang.
Ema, karyawati Disney Accecories juga mengatakan hal serupa. Sejak dua bulan terakhir, tongsis memang menjadi asesoris yang cukup dicari di Jambi. Sama halnya dengan beberapa konter yang Tribun sambangi, keberadaan tongsis di toko ini juga hampir kehabisan stok.
Bagi pecinta selfie, keberadaan tongsis menjadi tongkat ajaib yang membuat suasana semakin meriah. Setidaknya itulah yang diakui Reza Akhiriyah. Wiraswasta berusia 26 tahun ini memiliki tongsis sebagai peramai moment bersama orang terdekat. Kalau ada tempat nongkrong pencahayaan bagus, perempuan ini akan langsung mengeluarkan tongkat andalannya ini.
"Kalau mau foto rame-rame kan gampang," kata Reza yang kerap mengeluarkan tongkat ini di koridor bioskop 21 hingga tempat makan menarik di WTC. "Dimana aja yang penting rame-rame,pas lagi kumpul ma kawan dan keluarga jadi lebih seru," imbuh Reza.
Reza pun tak gengsi bila aksi foto bareng mereka bakal memancing tatapan dari orang di sekitar. "Gak lah kenapa mesti gengsi?" tuturnya. Reza rela mengeluarkan kocek Rp 115 ribu agar hasil potret ponsel pintar merk oppo nya bisa lebih maksimal.
Ari Rahman (24) juga salah seorang pengguna tongkat narsis. Alumni Fakultas Hukum Unja ini memilih membeli tongsis seharga Rp 120 ribu di toko komputer agar bisa foto lengkap bersama temannya. "Misalnya foto berlima, gak perlu satu teman yang foto,"kata Ari yang merasa moment kebersamaan tersebut penting dan perlu diabadikan.
Menurutnya tongsis adalah cara murah meriah meramaikan suasana. Terlebih tongsis lebih simple dibandingkan kamera DSLR. " Tongsis buat orang yang pengen narsis rame tapi murah meriah. Gak perlu pake kamera DSLR," jelas Ari yang menyandingkan tongkat ini dengan ponsel pintar merk Oppo Find 5 miliknya.

