Mudik Lebaran
Rela Duduk di Kursi Plastik
Lebaran semakin dekat, mudik sebagai ritual sosiologis masyarakat dimulai.
Penulis: Jaka Hendra Baittri | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Lebaran semakin dekat, mudik sebagai ritual sosiologis masyarakat dimulai. Perusahaan angkutan bus sudah dipastikan kecipratan untung besar karena tingginya permintaan. Sudah menjadi rahasia umum perusahaan angkutan penumpang akan juga menyiapkan kursi tempel atau cadangan.
Prapto, seorang warga Jambi perantauan dari Jawa sering bertemu fenomena ini ditengah perjalanannya ke Pati, Jawa Tengah. Ia mengatakan sopir dan kernet bus sering cari tambahan penumpang di sepanjang perjalanan. Mereka akan menambahkan bangku plastih di jalur tengah.
"Di antara bangku penumpang yang biasa buat jalan itu ditambahi kursi plastik untuk penumpang yang baru naik dari jalan," katanya kepada Tribun, Sabtu (26/4).
Terkadang, meski penumpang sudah penuh, bus tetap mampir ke agen-agennya di Palembang dan Lampung, dan menambah penumpang lagi. "Katanya titipan. Tapi sebenernya itu seseran untuk sopir dan kernetnya (kondektur)," kata bapak tiga anak ini.
Dia menyebut bukan hanya sampai di situ saja aksi para sopir. Saat tiba di Jakarta atau di pelabuhan, akan kembali menaikkan penumpang untuk jurusan Surabaya. "Sesak banget pokonya kalo lebaran gini," tambahnya.
Dia mengatakan, kalau berangkat dari Jambi penumpangnya masih sesuai jatah kursi. Dishub akan memeriksa jumlah penumpang. "Kalau sudah nggak ada lagi (petugas dishub), baru dinaikin kalau ada penumpang tambahan," terangnya.
Penumpang yang tidak punya tiket itu bayar langsung kepada kondektur. Harganya tergantung kesepakatan. "Bisa lebih mahal," ungkapnya.
Suyadi, Kepala Terminal Alam Barajo Jambi ini mengatakan sedikit sekali kemungkinan ada yang menambah bangku tempel. "Biasanya bus-bus yang dari Jawa yang banyak kayak gitu, atau yang over capacity juga banyak, khususnya bus ekonomi. Sebenarnya over kapasitas itu berbahaya," ujarnya.
Bus seperti itu akan kelihatan dari luar. "Bisa lihat di atasnya banyak barang-barang bawaan pemudik," katanya.
Sebuah perusahaan penyedia jasa angkutan, yang dikonfirmasi terkait aksi sopir yang memembuat bus over kapasitas saat perjalanan, menyanggah adanya bangku tempel di tempat mereka. "Kami menerima penumpang pas dengan jumlah bangku yang ada," katanya.
Sementara berdasarkan patauan Tribun, aksi sopir yang menaikkan penumpang di jalan banyak terjadi mulai dari Aur Duri untuk lintas sumatera, dan di Tempino untuk jalan lintas menuju Pulau Jawa. Mereka menaikkan penumpang padahal kursi bus sudah sudah penuh.