Pilpres 2014
Mahfud: Tayangan Sudah Dimutilasi
Ketua Tim Nasional Pemenangan Prabowo - Hatta, Mahfud MD terkesan sudah menyerah.
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Ketua Tim Nasional Pemenangan Prabowo - Hatta, Mahfud MD terkesan sudah menyerah. Ia mengaku gagal memenangkan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto - Hatta Rajasa. Namun demikian, dia belum bersedia mengucapkan selamat kepada pasangan Joko Widodo - Jusuf Kalla, sebelum rekapitulasi hasil perhitungan suara dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Pemungutan suara ulang, menurut saya tidak ada gunanya. Tidak akan menghilangkan kecurangan-kecurangan itu, apalagi kalau kecenderungan (pemenang Pilpres) sudah ada. Dan pemungutan suara ulang itu menurut hukum sudah lewat waktunya, yaitu 10 hari sesudah tanggal 9 Juli," kata Mahfud MD yang beredar luas melalui rekaman video streaming YouTube, sejak Minggu (20/7) malam.
Menurut dia, ada opsi kedua bagi pasangan Prabowo - Hatta, yakni mengenai kemungkinan penundaan pengumuman, sebulan sesudah pemilihan, yaitu 9 Agustus. "Tetapi itu juga tidak ada gunanya. Sehingga saya katakan, saya sebagai Ketua Timkamnas, ya sudah Pemilu sudah selesai. Saya kembalikan mandat. Saya tidak berhasil memenangkan pasangan Pak Prabowo - Hatta," kata Mahfud.
Mengenai urusan politik di luar itu, Mahfud tidak ikut-ikutan. "Karena soal penyelesaian hukum juga menurut saya tidak banyak gunanya. Karena saya mengawal politik sampai Pemilu saja," ujar Mahfud.
Namun kepada TRIBUNnews.com, mantan Ketua DPP PKB dan mantan Menteri Pertahanan pada era pemerintahan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu membantah telah menyatakan menyerah dalam pertarungan pemilihan presiden. Ia mengatakan tayangan video yang diambil dari wawancara di Metro TV itu sudah diedit.
"Itu tayangan sudah di mutilasi," kata Mahfud MD, Minggu malam.
Mahfud mengklarifikasi video tersebut. Mantan Ketua MK itu mengatakan bila Jokowi-JK menang, maka ia akan memberikan ucapan selamat. "Tapi kalau Prabowo-Hatta yang menang saya sujud syukur," kata Mahfud.
Sebelum tanggal 22 Juli 2014, Mahfud mengaku masih memiliki keyakinan Prabowo-Hatta menang. "Sebelum resmi oleh KPU semuanya masih mungkin terjadi . Sebenarnya saya belum mau mengucapkan selamat kepada siapapun," ujar Mahfud.
Mahfud mengaku ucapannya di Metro TV sering terlepas dari konteks pernyataanya. Selain Metro TV, Mahfud mengatakan terdapat stasiun televisi lain yang mewawancarainya yakni Kompas TV dan Trans 7. "Tapi Metro saja yang memotong," imbuhnya.
Terkait masalah hukum tim Prabowo-Hatta, Mahfud mengakui tidak akan ikut campur dalam hal itu. Sebab, tugasnya sebagai tim sukses akan berakhir pada 22 Juli 2014 setelah KPU menyampaikan pengumuman rekapitulasi nasional. "Kalau mau ajukan gugatan di MK, ya itu urusan tim hukum," imbuhnya.
Mahfud juga tidak ingin melaporkan Metro TV ke kepolisian. Ia mengatakan sudah terbiasa wawancaranya dipotong. "Sudah biasa dibegitukan, kalau dilaporkan ke Polri, baru ditindaklanjuti setelah 22 Juli 204, padahal tugas saya selesai tanggal 22 Juli 2014," kata Mahfud, sosok yang sempat digadang-gadang Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai bakal calon presiden dari PKB namun batal. PKB akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Jokowi- JK, sedangkan Mahfud mengaku kecewa kepada PKB lalu memilih bergabung menjadi tim sukses Prabowo - Hatta.