Pilpres 2014
Relawan Jokowi Temukan Rekap C1Janggal
Relawan Jokowi, Gerak Putih menemukan indikasi kecurangan saat rekapitulasi data
Penulis: Teguh Suprayitno | Editor: Deddy Rachmawan
Laporan Wartawan Tribun Jambi Teguh
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Relawan Jokowi, Gerak Putih menemukan indikasi kecurangan saat rekapitulasi data usai pencoblosan, terutama di wilayah kabupaten Sarolangun dan Muaro Bungo. Rivani, relawan gerak putih mengatakan, “kami membagi dalam dua kategori, kecurangan krusial dan prosedural,” katanya, Rabu, (16/7).
Ia menunjukkan sedikitnya ada delapan lembar C1 yang dimasukkan dalam daftar kecurangan krusial. Rivani mengatakan, di TPS 02, desa Dwi Karya Bhakti, kecamatan Pelepat, kabupaten Muaro Bungo, panitia KPPS tidak menulis jumlah perolehan suara di lembar C1. Hanya ada nama dan tanda tangan panitia KPPS, dan juga dua saksi dari kubu Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta. Padahal di TPS 02 ada 282 orang yang terdaftar sebagai pemilih tetap.
Bukahan hanya di desa Dwi Karya. Ketelodaran serupa juga terjadi di TPS 06, desa Bungo Barat dan TPS 02 desa Agung, kecamatan Muko-muko, Bathin VII, Muaro Bungo. Masing-masing mempunyai daftar pemilih tetap sebanyak 258 dan 251. Menurut Rivani, hal itu rentan terjadi kecurangan.
Relawan gerak putih juga menemukan hasil rekapitulasi suara yang jauh berbeda. Di TPS 03 dan 04 desa Rantau Tipu, kecamatan Lubuk Mengkuang, Muaro Bungo. Di sana, tak ada dukungan satupun untuk pasangan mantan walikota Solo, Joko Widodo. Padahal jumlah DPT masing-masing TPS cukup banyak, yakni 435 dan 267. Sementara Prahara mampu meraih suara dominan, yakni 427 di TPS 03 dan 250 di TPS 04.
Dari Bungo dilaporkan saksi dari pasangan Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK, menerima hasil rapat pleno rekapitulasi pilpres di Bungo. Saksi Prabowo-Hatta, M Zainuri, mengatakan hasil akhir hampir sama persis dengan perhitungan mereka.
"Tidak ada masalah, kami menyatakan terima," ujar Zainuri. Begitu juga saksi Jokowi-JK, Lahmudin. Ia mengatakan menerima sepenuhnya hasil rekapitulasi tersebut.