Young Ster

Dari Tak Punya Basic Jadi Pemenang

Perjuangan kelima siswi SD 49 ini menjadi juara tari di ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) patut diapresiasi.

Penulis: wahid | Editor: Fifi Suryani

TRIBUNJAMBI.COM - Perjuangan kelima siswi SD 49 ini menjadi juara tari di ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) patut diapresiasi. Jambi yang sejauh ini belum berhasil menembus bidang seni tari di ajang tersebut, akhirnya menggaung berkat tarian SAD yang mereka bawakan. Perjuangannya tidak mudah. Mulai dari waktu persiapan yang cukup singkat, hingga ditolaknya salah satu peserta oleh maskapai akibat sakit cacar yang ia alami. Tak mau berhenti karena halangan tersebut, mereka bertekad sampai di Semarang dan menunjukkan performa terbaiknya.

TRIBUN agak terkejut ketika mengetahui bahwa tim tari perwakilan Jambi yang menjadi juara FLS2N tingkat nasional, ternyata tidak memiliki basic tari sebelumnya. Nabila Fauzya contohnya. Siswi kelas IV SD 49 ini baru mengikuti ekstrakulikuler tari di sekolahnya ketika ia mulai masuk kelas IV, artinya baru setahun. Ketika ditemui Tribun di sekolahnya, Sabtu (28/6) gadis berambut panjang ini mengaku menyukai tari. Oleh karena itu ia mengaku tidak memiliki beban maupun hambatan ketika berlatih tari.

“Ikut ekstra tari karena senang lihat kakak-kakak (kakak kelas.red) menari. Kelihatannya menyenangkan,” tuturnya tersenyum sembari menundukkan kepala.

Menurut Nina Yusiana SPd, pelatih tari SD 49, tahun ini memberikan angin segar terhadap Jambi. pasalnya sejauh ini cabang seni tari Jambi tidak pernah menjuarai FLS2N tingkat nasional. SD 49 pun sebelumnya hanya mampu bertengger di posisi dua penjaringan tingkat Kota Jambi. oleh karenanya, prestasi kali ini menjadi momentum penting untuk mengembangkan semangat bagi siswa.

Bila dihitung waktu persiapan hingga latihan, bisa dikatakan mereka hanya memiliki waktu yang singkat. Hanya tiga bulan sejak terhitung penjaringan tingkat kota. Namun karena semangat tinggi, kelima siswi pun mampu mempelajari gerakan per gerakan secara cepat.

“Mereka ini (siswi peserta tari.red) tidak ada yang memiliki basic menari sebelumnya. Namun keinginan mereka, kesukaan mereka terhadap tari sangat tinggi. Hanya dengan sekali melihat satu-dua kali contoh gerakan, mereka sudah nangkap. Selanjutnya tinggal merapikan dan menyatukan gerakan,” papar Nina.

Dalam ajang nasional tersebut, tim SD 49 menyiapkan dua tarian, pertama tarian hantaran berjudul “Bendera Berarak” dan yang kedua tarian SAD berjudul “Melangun B’gushek”. Melangun B’gushek adalah tarian hiburan anak-anak SAD sembari mencari tempat tinggal baru. Uniknya, untuk membuat iringan lagu tarian ini, tim sengaja datang ke SAD untuk merekam suara anak-anak SAD secara langsung. Tarian inilah yang akhirnya meloloskan Jambi menjadi peringkat pertama, mengalahkan Bali, Jawa Barat, Kalimantan Timur dan sederet daerah lainnya yang memiliki seni tari yang kental.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved