PPDB
Disdik Beri Tambahan Waktu
Dinas Pendidikan (Disdik) memberi memperpanjang waktu Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur online di Kota Jambi
Penulis: rida | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dinas Pendidikan (Disdik) memberi memperpanjang waktu Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur online di Kota Jambi selama satu hari. Hal ini diberikan guna memberi kesempatan kepada yang belum mendaftar akibat kerapnya gangguan sistem online.
Seharusnya, PPDB online berakhir Senin (30/6) hari ini. Namun akibat gangguan yang kerap terjadi, membuat banyak masyarakat yang tak bisa mendaftar. Hal inilah yang membuat Disdik memberikan waktu tambahan hingga Selasa (1/7).
"Kalau misalnya ada yang belum terdaftar pada Senin (30/6) besok maka kita perpanjang. Tapi mudah-mudahan sudah terdaftar semua," ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi Rifai, Minggu (29/6).
Diakuinya, perpanjangan masa pendaftaran dan verifikasi ini tidak lain karena gangguan yang kerap terjadi pada sistem online. Sementara itu ketika ditanya kapan penerimaan siswa baru ini diumumkan, Rifai menyatakan akan dilakukan pada 7 Juli mendatang.
Sebagaimana yang diketahui, penerimaan siswa baru melalui jalur online menimbulkan masalah tersendiri yakni lemahnya server sehingga sulit diakses dan ditemukan adanya perbedaan data siswa.
Walikota Jambi Syarif Fasha sendiri sudah menegaskan bahwa dengan adanya kelemahan tersebut maka siswa bisa mendaftarkan diri melalui jalur offline atau manual ke sekolah yang dituju.
Selain persoalan jaringan online yang kerap sulit terhubung, persoalan lain juga mendera dunia pendidikan di Kota Jambi. Penyebaran yang tak merata membuat beberapa sekolah sepi peminat. Hingga akan berakhirnya masa pendaftaran siswa baru, diakui masih ada sekolah yang minim dilirik.
Pantauan Tribun pendaftaran online siswa baru di websiteppdbkotajambi.net semua pendaftar tingkat SMA dan SMK sederajat sudah melebihi daya tampung sekolah, kecuali pendaftar di SMKN 5 Jambi. Dari daya tampung penerimaan secara online yakni 37 siswa ternyata baru terisi 5 siswa yang mendaftarkan diri untuk mengenyam pendidikan di SMK yang masih seumur jagung tersebut.
Begitupun untuk tingkat SMP. Beberapa sekolah tampak sepi dari peminat seperi SMPN 3, SMPN 13, SMPN 15, SMPN 20, SMPN 21, SMPN 23 dan SMPN 24.
Kepala Disdik Kota Jambi, Rifai mengakui adanya persoalan masih adanya sekolah yang minim pendaftar. Dikatakannya sejumlah sekolah yang daya tampungnya belum terpenuhi tersebut dikarenakan terletak cukup jauh yakni di Seberang Kota Jambi.
"SMK 5 di Seberang, SMP 3 di Seberang, SMP 13 di Seberang masih terbuka peluang. Kalau yang lain-lain sudah terpenuhi semua," ujarnya.
Meskipun demikian dinas berupaya untuk memenuhi daya tampung di sekolah tersebut dengan mengarahkan siswa yang tidak lulus namun tetap ingin bersekolah di negeri.
"Kalau ada yang tidak lulus, tapi mau di negeri juga kita arahkan kesana. Tapi kalau tidak mau juga ya kita arahkan ke swasta," ungkapnya.
Sejumlah sekolah diakui Rifai ada yang pendaftarnya membludak. Seperti SMKN 1. Sekolah favorit ini memiliki daya tampung melalui jalur online sebanyak 192 siswa namun peserta yang mendaftar hingga mencapai 1.282 siswa atau hampir 10 kali lipat.
Adapun hingga saat ini jumlah pendaftar melalui jalur online sudah mencapai 15.031 siswa. Dengan jumlah peserta berasal dari luar kota sebanyak 1.453 siswa.
Minimnya siswa yang mendaftar di sekolah yang ada di daerah Seberang Kota Jambi diakui warga dikarenakan minimnya infrastruktur. "Kalau warga kota mau ke seberang cukup jauh harus memutar lewat jembatan Batanghari I atau II, kalaupun mau cepat ya naik ketek," ungkap seorang warga Seberang kepada Tribun.