PPDB

Orangtua Siswa Kebingungan

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui sistem Online untuk siswa SMP dan SMA sederajat menuai kendala

Penulis: rida | Editor: Fifi Suryani
TRIBUN JAMBI/MUZAKKIR

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - TRIBUN - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui sistem Online untuk siswa SMP dan SMA sederajat menuai kendala. Jaringan yang diduga bermasalah membuat tak bisa terkoneksi.

Zuhdi orangtua siswa dari MTS Asad Sebrang Kota Jambi mengatakan, dirinya sudah tiga hari melakukan pendaftaran melalui online, namun selalu gagal jika melakukan sambungan. Katanya, setiap kali melakukan koneksi ke website Diknas Kota Jambi, selalu muncul gambar lain.
"Dirumah sudah saya coba juga, bahkan saya sudah kesekolah, namun tidak bisa konek juga. Selalu gagal," kata Zuhdi, Rabu (25/6) di Dinas Pendidikan Kota Jambi. Dia mengatakan, karena tidak bisa koneksi ke website Disdik, lantas dirinya langsung menanyakan permasalahan tersebut ke Dinas Pendidikan Kota Jambi.
"Jawabannya sama seperti disekolahan. Jaringan sibuk. Server gangguan," katanya lagi. Zuhdi diminta agar mencoba mengkoneksikan pada jam tidak sibuk, seperti malam hari.
"Sebelum dia (sekolah, red) mengatakan coba malam hari, saya sudah duluan koneksi malam hari. Tapi tetap gak bisa juga," sambungnya. Dengan keluhan seperti itu, dirinya menyebut bahwa dinas pendidikan terkesan tidak siap melakukan sistem online. Karena masalah jaringan tidak bisa diselesaikan.
"Kalau gak siap, jangan semua sekolah yang dionlinekan. Cukup sekolah-sekolah tertentu saja. Jadi beginikan jadinya, kacau, balau," katanya.
Hal yang sama juga diungkapkan Sarno warga Simpang Rimbo. Dikatakannya saat ini website yang disediakan Disdik tidak bisa dibuka.
"Error trus. Lain yang kita cari lain yang muncul," katanya.
Tak hanya itu, bahkan sejumlah orang tua siswa mendatangi SMPN 1 Kota Jambi karena nama anaknya tidak terdaftar dalam sistem online Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2014.
Dani, satu diantara orang tua siswa mengatakan pendaftaran ke SMA dilakukan kolektif oleh pihak sekolah. Namun saat dicek diwebsite nama anaknya tidak ada di sekolah tujuan.
"Komplain dari wali-wali murid, nama anaknya sudah terdaftar disekolah (SMP) tapi namanya tidak ada disekolah yang dimaksud. Makanya kami ramai ke sekolah," ungkapnya, Rabu (25/6).
Penjelasan dari pihak sekolah katanya seluruh nama siswa sudah di entry. Namun saat di cek, masih ada yang belum terdaftar.
Kepala SMPN 1 Kota Jambi Nanang Sunarya mengakui pendaftaran sistem online memang disarankan dilakukan secara kolektif oleh operator sekolah asal supaya tidak ada kesalahan dalam pengisian nilai ke dalam website.
"Kami memantau terus operator kita jangan sampai ada kesalahan didalam menginput data," ungkapnya.
Adanya perbedaan data diwebsite kata Nanang pihaknya sedang mencari tahu penyebabnya. Ia menduga itu terjadi karena siswa menginput sendiri datanya bukan melalui operator sekolah.
Meskipun demikian diakuinya ada juga data yang diinput oleh sekolah namun setelah dicek siswa tidak ada atau tidak sesuai diwebsite.
"Mungkin sistem ini karena lagi banyak yang makai, mungkin ada proses sinkronisasi (makanya sering sulit diakses)," katanya.
Terkait keluhan ini, Ketua Panitia PPDB, Adi Triono kepada Tribun, Rabu (25/6) mengatakan, memang di hari-hari pertama pendaftaran kerapkali jaringan terganggu. Hal itu disebabkan lantaran semua siswa datanya serentak diinput ke dalam website yang sama. Dia juga mengakui, bahwa koneksi internet berjalan lambat.
"Karena datanya masuk secara serentak. Maka webnya lelet," kata Adi.
Hal itu juga dikatakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, A Rifai. Dikatakannya, wali murid diharapkan bersabar atas koneksi yang lambat.
"Tunggu sebentar, nanti akan bagus koneksinya. Coba dikoneksikan pada saat jam tidak sibuk," ungkap Rifai.
Menurutnya, orangtua siswa tidak perlu khawatir atas leletnya jaringan, karena pendaftaran masih lama. Yaitu masih ada waktu hingga 30 Juni mendatang.
"Penutupan tanggal 30 Juni, jadi masih banyak waktu untuk melakukan pendaftaran. Setelah penutupan, nanti pengumunannya tanggal 7 Juli nanti. Habis itu baru daftar ulang," sebutnya.
Hingga hari ke tiga pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Jambi, sudah lebih dari 1.500 orang siswa luar daerah telah terdaftar di Dinas Pendidikan Kota Jambi. Kadisdik, Rifai mengatakan, data itu dihimpun per jam 12.00 WIB.
"Mungkin kalau sampai sore, bisa. mencapai 1.700 sampai 1.500 orang pendaftar," terangnya.
Dari sebanyak itu pendaftar, kebanyakan dari dalam kabupaten yang ada di Provinsi Jambi. Namun sebagian ada juga siswa dari provinsi tetangga, seperti Lampung, Pekanbaru, dan daerah lainnya.
Dikatakannya, jumlah pendaftar sebanyak itu nantinya tidak akan diambil semuanya, sebab Kota Jambi mempunyai kuota tersendiri. Khusus untuk luar Kota Jambi, diberi jatah dua persen dari target. Selebihnya ada kuota warga sekitar, warga tidak mampu, dan peserta umum. Dulu sebut Rifai, kuota untuk luar kota memang sebanyak lima persen, namun sekarang dikurangi menjadi dua persen.
Terkait siswa dari luar kota dan luar provinsi, maka harus menyertakan surat pindah rayon dari sekolah asalnya. Setelah surat pindah rayon itu didapat, siswa itu langsung mendaftarkan diri ke Dinas Pendidikan Kota Jambi.
"Khusus untuk pendaftar luar kota, pendaftaran hanya dilakukan di Dinas Pendidikan Kota Jambi. Dimana kita melayani siswa seperti jam kerja kita sehari-hari," katanya lagi.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved