Young Ster

Prestasi Membanggakan Pecandu Game Online

Sempat membuat pusing orang tua karena kecanduan game online, Adi berhasil mengganti kekecewaan orang

Penulis: wahid | Editor: Fifi Suryani
Prestasi Membanggakan Pecandu Game Online - ADI.JPG
TRIBUNJAMBI/WAHID NURDIN
Prestasi Membanggakan Pecandu Game Online - ADI2.JPG
TRIBUN JAMBI/WAHID NURDIN
Prestasi Membanggakan Pecandu Game Online - ADI3.JPG
TRIBUN JAMBI/WAHID NURDIN

TRIBUNJAMBI.COM - Sempat membuat pusing orang tua karena kecanduan game online, Adi berhasil mengganti kekecewaan orang tuanya menjadi rasa bangga. Putra pertama pasangan Tiauw Bing Lam dan Lim Le Tim ini baru saja menjuarai ajang FLS2N tingkat nasional. Tak hanya orang tua, pihak sekolah pun menganggap apa yang diraih Adi adalah sebuah rekor, mengingat pihak sekolah sejauh ini belum berhasil mengoleksi medali emas dari kejuaraan serupa di ajang nasional.

SEKILAS dipandang mata, tak ada yang berbeda dengan pemilik nama lengkap Deddy Leo ini. Posturnya tinggi tegap dan ramah senyum. Namun bila sudah melakukan komunikasi dengannya, barulah kita tahu bahwa ia merupakan salah satu siswa berkebutuhan khusus. Lelaki kelahiran 13 Agustus ini memang sudah tuna rungu sejak kecil. Meski begitu, kekurangan itu tak menjadikannya halangan dalam mempelajari sesuatu.

Pertengahan pekan lalu, Tribun mencoba menemuinya usai jam sekolah. Masih mengenakan seragam olah raga, Adi pun langsung menuju ruang guru, tempat dimana Tribun dan guru pendamping menunggunya. Saat ini Adi masih tercatat sebagai siswa kelas XI SMA LB Prof Dr Sri Soedewi Masjchun Sofwan. Layaknya remaja seusianya, Adi terlihat sigap dan bersemangat ketika menjelaskan pengalamannya.

Dengan didampingi Muslih, guru pendampingnya, penyuka sate ini memaparkan bahwa ia sudah mulai mengenal komputer sejak masuk SMP. Namun bukan pelajaran computer yang menarik perhatiannya saat itu, melainkan game. Nyaris setiap hari, usai pulang sekolah ia pergi untuk bermain game online. Sikap Adi waktu itu sempat membuat orang tuanya kewalahan. Namun dari situ, beberapa guru sadar bahwa ada potensi yang bisa dikembangkan dari Adi dengan kegemarannya bermain komputer.

Adi yang sudah menyukai seni lukis sejak kecil, mulai dikenalkan dengan aplikasi corel dan photosop. Memvisualkan gambar dalam bentuk digital coba diajarkan kepada Adi. Tak butuh waktu lama, sulung empat bersaudara inipun menyukai aplikasi tersebut. Meski tuna rungu, Adi cukup lancar membaca. Hal itu memudahkannya untuk mempelajari sesuatu.

Belajar Sampai Jam 2.30 Pagi

Adanya Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), menjadi ajang pembuktian bagi Adi. Setelah unggul di sekolahnya, pengagum Jokowi ini berhasil membuktikan unggul di tingkat Provinsi Jambi. Prosesnya tidak mudah. Mempersiapkan seleksi provinsi, Adi bahkan belajar sampai jam 2.30 untuk mematangkan karyanya.

“Semangatnya luar biasa, bahkan saya yang sampai kewalahan. Pernah dia di rumah saya sampai jam setengah tiga pagi buat menyelesaikan karyanya. Tapi saya senang, semangatnya bagus,” kenang Muslih sembari mengatakan butuh waktu tiga bulan untuk mempersiapkan lomba.

Usaha Adi tak sia-sia, karena ia berhasil unggul di tingkat provinsi. Artinya ia menjadi wakil Jambi mengikuti FLS2N tingkat nasional di Semarang 1-5 Juni lalu. Diluar dugaan, di ajang nasional tersebut nama Deddy Leo disebut sebagai juara pertama. Hal tersebut tentu saja menjadi berita yang menggembirakan.

Dalam kesempatan itu, Adi menampilkan boneka (wayang) Bainai yang berbusana khas Jambi. Sesuai tema “Tarian tradisional negeriku”, wayang dengan desain kostum dominan merah dengan pernak-pernik warna emas itu menarik perhatian juri.

Wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, Hj Risa Farida, yang saat itu turut mendampingi Adi, mengaku bangga dengan prestasi yang diraih salah satu muridnya tersebut. Menurutnya, ini pertama kalinya pihaknya mendapat medali emas dalam cabang lomba tersebut diajang FSL2N.

 “Setiap tahun ikut, tapi biasanya sebatas juara harapan. Baru kali inilah lonjakan yang cukup mengejutkan bisa dapat medali emas,” paparnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved