Jambi Super Ball

Tragisnya Nasib Pemain Persisko

Nasib buruk yang menimpa Persisko Jambi tak kunjung usai. Setelah dipastikan terdegradasi ke liga nusantara, akibat kekalahan

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Suang Sitanggang

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Heri Prihartono

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Nasib buruk yang menimpa Persisko Jambi tak kunjung usai. Setelah dipastikan terdegradasi ke liga nusantara, akibat kekalahan beruntun di kancah divisi utama, kini permasalahan yang bersumber dari finansial tersebut berimbas ke pemain.

Pemain terlantar di mess plamboyan Simpang Kawat, akibat tidak mempunyai uang untuk pulang ke kampung halamannya. Dari pantauan Tribun, pemain Persisko yang masih berada di mess plamboyan masih sepuluh orang, mereka hanya terduduk lemas menunggu kepulangan mereka, selama libur 2 bulan pasca diliburkannya kompetisi menjelang bulan Ramadhan.

" Kami dak tau, sekarang nunggu kejelasan pelatih," ujar Firky, pemain Persisko kepada Tribun, Jumat (13/6). Ia bersama rekan-rekannya menanyakan janji pelatih Persisko yang ingin membayar gaji mereka selama bermain di Persisko.

" Janji pengurus mau dibayar kemarin malam, tapi belum ada," ujar Ilham, pemain lainnya. Bahkan ia mengaku tak tau keberadaan pelatih Persisko saat ini. Akibat permasalahan ini ia mengaku kebingungan menghidupi keluarganya yang ada di Padang. " Anak istri nelpon terus," ujar Ilham.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved