Young Ster

Terinspirasi Amanah Laskar Pelangi

PELAJAR Jambi kembali menorehkan prestasi yang membanggakan di kancah Internasional, mereka adalah Muhammad Ganiswara

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Fifi Suryani
Terinspirasi Amanah Laskar Pelangi - TT.jpg
TRIBUNJAMBI/ALDINO
Terinspirasi Amanah Laskar Pelangi - TT2.jpg
TRIBUN JAMBI/ALDINO
Terinspirasi Amanah Laskar Pelangi - TT3.jpg
TRIBUN JAMBI/ALDINO

TRIBUNJAMBI.COM - PELAJAR Jambi kembali menorehkan prestasi yang membanggakan di kancah Internasional, mereka adalah Muhammad Ganiswara Afif Kharisma (17) dan Muhammad Irsyad (16) berhasil meraih medali emas dan Special Award EYREC dari Universitas Perlis Malaysia di ajang "Internasional Young Inventors Award," Jakarta 3-5 Mei. Mereka bersaing dengan peserta dari 18 negara yang mengirimkan 70 stand penelitian.

Pelajar kelas XI SMA Titian Teras ini menyempurnakan gelarnya di ajang Internasional, setelah sebelumnya merebut medali emas dan penghargaan dari Unibio, Rumania 22-24 Mei. Dengan penelitian yang berjudul, Generator Oxihid.

Karya yang membawa nama bangsa dan khususnya Provinsi Jambi ini, adalah penciptaan generator yang mengubah air menjadi oksigen dan hidrogen.

"Hidrogen yang keluar dapat kita kembangkan menjadi gas, seperti kompor gas dan bahan bakar, sedangkan oksigen sebagai keperluan kesehatan," ujar remaja yang akrab dipanggil Afif ini.
Penelitian ini tidaklah mudah, banyak rintangan dan tahap yang harus mereka lalui.
Berawal dari kegagalan penelitian tentang bioetanol, dengan usaha keras dan keyakinan, ada hikmah yang ternyata tak disangka merubahnya menjadi sebuah penemuan yang bermanfaat. "

Awalnya ada dosen Unja nyeletuk, kenapa enggak dirubah jadi air aja," ujar Afif. Berawal dari celetukan magis tersebut,mereka menemui dosen Unja Dede Martino. Setelah bertemu Dede Martino, mereka mendapatkan rancangan yang didesain dengan membentuk alat seperti generator, yakni menggunakan bahan stainles dan fiber glass.

"Kendala masih pemula, ke depan harapannya bisa digunakan untuk kompor gas dan kendaraan bermotor," ujar Afif, remaja yang berasal dari Sarolangun ini.

Kendala yang cukup berarti adalah waktu penelitian yang singkat, kemudian terbentur dengan aktivitas sebagai pelajar. Sebagai seorang pelajar, sebenarnya ide luar biasa ini muncul dari obrolan mereka berdua, yang tinggal dalam satu kamar di asrama. Kedekatan mereka diawaki dengan Afif sebagai Bendahara OSIS, kemudian Irsyad sebagai ketua MPK (sejenis lembaga MPR di sekolah).

Ada yang menarik dari sisi pertemanan remaja ini, jika Afif menyukai Kimia, justru Irsyad tidak menyukai Kimia. Meskipun demikian, mereka tetap bersatu untuk terus mengembangkan hal positif yang ingin mereka raih, hal ini bisa dibaca dari mimpi mereka berdua yang ingin kuliah di kampus yang sama, yakni universitas Ciputra.

Kesuksesan mereka dalam meraih prestasi, tak lepas dari bantuan materi dan moril dari kedua orang tua mereka selama ini. Ada satu kata motivasi sederhana dari film Laskar Pelangi yang menginspirasi mereka untuk terus berkarya.

"Kita harus bermimpi besar, yang paling penting bukan seberapa besar mimpi kita, tapi seberapa besar usaha kita untuk mencapainya." Kata inspirasi ini yang membuat mereka bisa memenangkan kompetisi nasional dan Internasional.

"Mereka bagus-bagus,mereka anak yang luar biasa," ujar Afif. Bahkan mereka dalam ajang Internasional di Jakarta kemarin, hanya empat orang dari SMA harus bersaing menghadapi mahasiswa dari universitas terbaik di dunia.

Dengan prestasi ini, mereka berharap dapat menyempurnakan hasil penelitian mereka dan mengembangkannya di masyarakat.

Salwinsah selaku guru di SMA Titian Teras, mengaku bangga dan mengapresiasi prestasi yang diraih Afif dan Irsyad, ia berharap prestasi ini memotivasi siswa lain untuk meningkatkan prestasinya.

Sementara wajah bangga tampak di wajah Yulma Erita, sebagai orang tua Irsyad. " Kita sebagai orang tua hanya membantu memberikan motivasi agar tidak setengah-setengah dalam melakukan penelitian. Apapun yang mereka inginkan dalam kemajuan penelitian ini kita support, baik materi dan bantuan pikiran," pungkas Yulma Erita.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved