Konflik Lahan, Lima Warga Desa di Tanjabar Lakukan Pendudukan
Konflik lahan yang sempat mendingin di Tanjab Barat, kini kembali memanas
Penulis: Awang Azhari | Editor: Deddy Rachmawan
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Awang Azhari
TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Konflik lahan yang sempat mendingin di Tanjab Barat, kini kembali memanas setelah lima desa di Kecamatan Merlung melakukan pendudukan lahan di PT Inti Indo Sawit (IIS). Mereka berasal dari Desa Merlung, Pulau Pauh, Rantau Benar,Sungai Terap dan Penyabungan. Dikabarkan pendudukan ini sudah berlangsung selama sepekan.
Tindakan heroik warga ini, merupakan titik klimaks dari kekesalan mereka karena pembagian kompensasi atas ganti rugi lahan di 2012 dianggap tidak merata.
Camat Merlung, Almardi, menyampaikan dari pendudukan lahan ini, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan pihak perusahaan, dan sampai saat ini perusahaan belum bisa memenuhi tuntutan warga, karena mereka mengaku sudah terikat perjanjian dengan Pemkab, bahwa masalah sengketa lahan ini sudah selesai di 2012 dengan ditandatangani langsung oleh Wakil Bupati.
Dan terkait pendudukan yang terjadi saat ini, pihaknya yang mewakili pemkab belum bisa mencarikan solusi, ia masih menunggu aduan resmi dari warga.
Kondisi terakhir, pendudukan tersebut belum terlalu berdampak, dan tidak ada gesekan serius antara karyawan perusahaan bersama warga, meski warga sempat akan memaksa melakukan panen raya di sana. "Sekarang polisi masih menjaga ketat lokasi," jelasnya, Selasa (10/6).