Ekspor Karet Jambi Melandai
Menurunnya harga karet kualitas ekspor Jambi menurut Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Jambi karena faktor ekonomi
Penulis: hendri dede | Editor: Deddy Rachmawan
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Menurunnya harga karet kualitas ekspor Jambi menurut Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Jambi karena faktor ekonomi dan industri di tiga negara tujuan ekspor utama, Tiongkok, Jepang, dan Korea. Hal itu bersama faktor lainnya berimbas pada menurunnya ekspor karet dari Jambi.
Sekretaris Gapkindo Jambi, Hatta, menjelaskan saat ini harga karet kualitas ekspor sudah di bawah level 1,7 dolar AS, bahkan diprediksi dalam dua bulan ini harganya 1,5 dolar AS per kg. Menurutnya penyebabnya utama di negara Tiongkok terjadi krisis keuangan, mereka memperkecil ruang industrinya.
Disamping itu negara ini juga sudah membuka kebun dan kian ekspansif, pada tahun 2013 mereka sudah memproduksi 370 ribu ton setahun. Sehingga ini tentu akan mengurangi ekspor Indonesia, termasuk provinsi Jambi.
"Jepang defisit perdagangan sekarang, sehingga mengurangi impor karet karena ekspor utama kita cuma tiga negara yaitu Tiongkok, Jepang, dan Korea. Ekspor di negara lain seperti di Eropa gak ada lagi," paparnya kemarin (22/4).
Dia mengatakan meskipun sampai saat ini Gapkindo yang memiliki 11 anggota perusahaan di Jambi (4 PMA, 6 PMDN dan 1 BUMN) semuanya tetap masih aktif mengekspor karet sesuai kontrak. "Ekspor tetap ada, masing perusahaan ada yang sampai Juni dan September ini (kontrak) ekspor. Tergantung permintaan buyer juga. Rata-rata ekspor per bulan paling banyak 30 ribu ton," kata Hatta.
Gapkindo Jambi memprediksi harga karet selama tahun 2014 bertahan dikisaran 2 dolar AS. Dia mengatakan saat ini patut disyukuri negara importir tersebut masih membeli karet dari Indonesia karena kualitas kekejalan karet ekspor yang lebih tinggi dari negara lain. Namun pada pasar bebas tahun 2020 karet bisa diprediksi over suplay.
Akibatnya, sambung dia, menurutnya karet Indonesia bisa menjadi karet alternatif dibanding karet dari Malaysia atau Thailand. Hatta bilang saat ini eksportir berharap juga adanya peran pemerintah. Di daerah ia berharp Gubernur mengeluarkan pergub mengenai aturan bokar bersih. “Ini akan meningkatkan kulitas ekspor karet Jambi,” tandasnya. (hdp)
Disamping itu Dinas perindustrian dan perdagangan juga telah melakukkan pembentukan UPPB yang berjumlah baru 17 di Jambi untuk perdagangan karet rakyat. Penurunan harga karet cukupd dirsakan para petani yang menjual karetnya di perusahaan. Ketua kelompok tani tani Sejahtera Bersama, Muhajirin, Jito mengakui harga karet ditingkat petani terus susut dibanding beberapa bulan lalu. Bahkan para petani menemui kendala dengan mafia karet yang membeli karet dengan harga rendah. Sehingga mereka memilih lebih memilih menjual langsung ke perusahaan karet. Kata Jito, dalam sebulan jumlah penjualan karet paling banyak 15 ton ke PT Jambi Waras. "Kita jual di Jambi Waras dengan harga Rp 9.600 per kilogram, cuma dipabrik potong biaya lebih lah," ucapnya Disamping itu para petani karet daerah ini melaui binaan Disperindag Jambi juga memiliki rencana untuk kontrak kerjasama penjualan karet latex ke Bandung. Sampai saat ini masih dalam taha proses "Rencana karet latex sedang diupayakan permohonan penjualan kontraknya," katanya. (Hdp) Powered by Telkomsel BlackBerry®
Reporter: Hendri Dede Putra(hdp