Ujian Nasional
Pagaruyung Yakin tak Ada Kecurangan di Sungaipenuh
TRIBUNJAMBI.COM - UN yang berlangsung sejak Senin (14/4) hingga Rabu (16/4), tidak semuanya berjalan mulus
Penulis: edijanuar | Editor: Rahimin
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Edi Januar
TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Ujian Nasional (UN) yang berlangsung sejak Senin (14/4) hingga Rabu (16/4), tidak semuanya berjalan mulus dan jujur. Beberapa sekolah, diindikasikan berbuat kecurangan. Sehingga hasil ujian diragukan.
Informasi didapat Tribun di lapangan, terjadi bagi-bagi kunci jawaban, pengisian LJK oleh guru, dan dibagikan ke siswa.
Seperti di SMA 4 Negeri Sungaipenuh, diduga terjadi bagi-bagi kunci jawaban. "Memang ada dibagi kunci jawaban, sesudah ujian kunci jawaban itu dikumpulkan kembali. Ada guru yang bertugas membagikan dan mengumpulkan kunci jawaban," ujar sumber Tribun, Rabu (16/4).
Sementara itu, di SMAN 1 Sungaipenuh, setelah ujian ada guru yang kembali memeriksa LJK. "Guru mengulang mengoreksi LJK. Kalau ada yang salah diperbaiki guru itu," katanya. Kemudian di MAN 1, LJK yang diterima siswa sudah diconteng terlebih dahulu. "LJK sudah diconteng. Itu panduan untuk mengisi LJK," sumber ini menjelaskan.
Sementara itu, Kadis Pendidikan Sungaipenuh, Pagaruyung Harahap menjelaskan, UN berjalan lancar dan tanpa laporan kecurangan. Menurutnya, kehadiran siswa juga tinggi.
Mengenai informasi di SMAN 4 terjadi bagi-bagi kunci jawaban UAN, ia yakin tidak mungkin hal itu terjadi. Jika ada pembagian kunci jawaban, katanya, bukan dari pihaknya dan itu bisa membuat siswa gagal.
"Kalau soal bocor tidak mungkin, karena soal sudah dijaga. Kunci ruangan penyimpan soal dipegang tiga pihak, termasuk polisi. Saat distribusi soal semua pihak hadir menyaksikan," katanya.
Tentang LJK dikoreksi di SMAN 1, ia mengaku guru hanya memeriksa siswa yang terlupa mengisi nama dan nomor ujian di LJK. "Kalau mengoreksi jawaban di LJK tidak mungkin. Waktu penyusunan LJK diawasi pengawas independen, tidak mungkin dihapus-hapus jawaban di LJK," katanya lagi.
Mengenai LJK yang sudah diconteng, ia menyebut hal itu tidak mungkin terjadi. Sebab, saat pengambilan LJK, soal dan LJK menyatu dan dijamin tidak dibuka amplopnya. Setelah itu, pengambilan soal dan LJK dikawal dan diawasi pengawas independen.
Kapolres Kerinci, AKBP A Mun'im diminta komentarnya soal adanya dugaan bocornya soal, membantah hal itu.
"Soal dari Jambi diterima Diknas disaksikan pengawas Unja dan polisi. Setelah di gudang Diknas, dikunci menggunakan tiga gembok. Masing-masing dipegang pihak Diknas, pengawas dari Unja, dan polisi," katanya.
Selain itu, gudang tidak bisa dibuka satu pihak saja, tetapi harus ada tiga pihak sekaligus. "Jadi kalau ada yang bilang itu bocor, itu tidak mungkin," ujarnya.