Jambi Super Ball
PS Bangka Terpaksa Sewa Angkot
Rombongan PS Bangka yang datang ke Jambi merasa diperlakuan tidak layak oleh panitia. Saat pertama
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Suang Sitanggang
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Rombongan PS Bangka yang datang ke Jambi merasa diperlakuan tidak layak oleh panitia. Saat pertama kali datang, Sanusi Rahman dan anak asuhnya diinapkan pada penginapan yang dirasa tidak nyaman untuk olahragawan karena bising.
PS Bangka menganggap LO (Liason Officer) yang ditunjuk panitia tuan rumah tidak paham tugasnya. Begitu pula pada Senin (14/4), saat tim PS Bangka akan menuju Stadion Tri Lomba Juang, Kota Jambi, untuk latihan resmi.
Pihak panitia tidak menyediakan bus untuk penjemputan. Ofisial harus menyewa angkot berwarna merah untuk ke lapangan. "Kalau jadwal latihannya jam 10.00 semestinya bus sudah di penginapan pukul 09.30, itu baru benar," kata Edwar Risnandar, official PS Bangka.
Sesampainya di stadion, para pemain PS Bangka di buat terperangan kondisi lapangan. Stadion di Kota Jambi ini dianggap kurang layak, sebab ada beberapa titik yang terlihat rusak berat tanpa rumput dan tidak rata.
Hal ini dikhawatirkan membuat permainan pemain PS Bangka tidak berkembang. Belum lagi jika hujan turun, dipastikan lapangan akan becek. "Waduh lapangan gini gimana kalau hujan," kata Sanusi Rahmah, pelatih PS Bangka.
Pelatih yang akrab disapa Bang Uci itu akhirnya hanya memberi latihan ringan kepada anak asuhnya. Dia khawatir kondisi lapangan yang kurang baik dapat menyebabkan cedera pemain sebelum bertanding.
"Latihan ringan saja menjaga kondisi pemain," katanya. Pemain melakukan pemanasan dan bermain fun game, diakhiri mencoba tembakan ke gawang oleh barisan depan PS Bangka.
Deddy, Humas PS Bangka, merasa Eo yang menangani mereka sabagai tim tamu tidak bekerja dengan baik. "Kayaknya EO lokal yang tidak tahu bola," ujar Deddy. Ia menyayangkan ketidaknyamanan yang diterima Ps Bangka ini. Harusnya, kata dia, tim tamu harus dibuat nyaman. (har/die/bangkapos)