Ruang Terbuka Hijau
Eko Waskito: Jangan Hanya Hutan Kota Diandalkan
TRIBUNJAMBI.COM - Koordinator Gerakan Cinta Desa (G-Cinde) Sarolangun, Eko Waskito mengatakan
Penulis: qomaruddin | Editor: Rahimin
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Qomaruddin
TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Koordinator Gerakan Cinta Desa (G-Cinde) Sarolangun, Eko Waskito mengatakan, untuk mengejar ketertingalan 21 persen RTH, pemerintah perlu memasukkan pemanfaatan RTH ke dalam Roadmap --peta pembangun---Kabupaten Sarolangun.
"Jangan hanya hutan kota saja diandalkan. Kenyataan pencapaiannya masih jauh dari persentase wajib pemenuhan RTH. Pemerintah jeli dan peduli melihat itu, jika memang RTH hutan kota Gunung Kembang menjadi kawasan strategis Sarolangun," katanya, Minggu (6/4).
Dijelaskannya, masih banyak kawasan bisa termanfaatkan untuk dijadikan RTH guna mencegah polusi kota, menyerap panas, udara bersih, erosi tanah dan menjaga kestabilan udara serta ruang edukasi.
Untuk itu, kata Eko, pemerintah harus berani dan tegas termasuk kepada perusahaan yang berinvestasi di Sarolangun. "Pelaku bisnis wajib beri keuntungan investasinya lewat
CSR sebesar 5% ke pemerintah. Nah, ini harus didorong melalui Perbub, SK Bupati, untuk memberikan kontribusi ke daerah. Ini harapan dan peluang sebenarnya," ujarnya.
Pemerintah, katanya, membuat master plan terkait pelestarian RTH, tidak hanya di tengah kota. Ddi sepanjang sepadan sungai pun bisa ditanami pohon. Pohon tersebut justru memiliki manfaat banyak mencegah kerusakan, abrasi bibir sungai, dan bisa menyerap udara bersih.
Menurutnya, jika pemerintah punya niatan baik dan kuat merencanakan program RTH, tidak menutup kemungkinan katanya ada pihak ketiga di luar pemerintah, akan ikut andil menawarkan program dan mengajak kerjasama.
RTH ini, katanya, memang domainnya lebih ke kehutanan, wilayah programnya selain kehutanan juga bisa ke pariwisata dan Dinas PU. "Jika kehutanan maupun tata kota hanya yang kerja, kecil kemungkinan akan tercover. Butuh peran lintas sektoral. Tinggal rancang bangunnya bagaimana nanti," pungkasnya.