jambi Super Ball

Bersahabat Dalam Perang El Clasico

Namun nuansa yang sangat panas antara supporter kedua klub ini ternyata tidak berlaku untuk Rini dan Lia Anggraini

Penulis: Jaka Hendra Baittri | Editor: Suang Sitanggang

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Jaka HB

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Atmosfer pertandingan el clasico yang mempertemukan Real Madrid dengan Barcelona dipastikan selalu panas. Fanatisme supporter kedua klub bertabur bintang ini juga sangat luar biasa. Kedua klub berikut supporternya sudah menjadi musuh bebuyutan sejak lama.

Namun nuansa yang sangat panas antara supporter kedua klub ini ternyata tidak berlaku untuk Rini dan Lia Anggraini. Rini adalah fans Real Madrid, sementara Lia adalah fans Barcelona. Keduanya tetap bersahabat walau klub yang mereka suka bagai Israel dengan Palestina.

Rini Sopiani, mahasiswa akutansi Unja semester VI ini sering bepergian mengenakan jersey Chelsea. "Warna dan desainnya aku suka, meskipun tak ikut perkembangan tim biru ini sih," ujar penyuka olahan ayam ini malu-malu.

Walau suka jersey Chelsea, dalam hatinya, Rini lebih menyukai Real Madrid berikut pemain bintangnya, Cristiano Ronoldo . Seperti kebanyakan perempuan lain, ia suka bola karena pria tampan seperti Christiano Ronaldo dan pemain lainnya yang selalu menghiasi lapangan.

Tapi sedikit demi sedikit ia membuktikan bahwa tidak sepenuhnya karena ketampanan pemain. Ini dibuktikan perempuan kelahiran Jambi 7 september ini dengan beberapa kali mengikuti el clasico. "Karena kita fansnya, jadi harus mendukung meski dari jauh," katanya pekan lalu.

Lia Anggraini, teman satu kuliah Rini juga suka dunia kulit bundar ini. Perempuan yang lahir pada 18 Februari ini malah sempat menjabat sebagai bendahara di fans club. "Awalnya sih karena ikutan pacar, tapi lama kelamaan ya suka juga," ucap penyuka pempek dan pizza ini.

Awal kesukaannya, Lia merasa ingin tahu mengapa pacarnya suka bola. Setelah memperhatikan beberapa lama, akhirnya suka juga pada tim yang dibintangi Lionel Messi ini. Lagi pula ia merasa dengan ikut kegiatan Indobarca, ia juga bisa menambah kegiatan dan menambah teman.

Selain itu Lia mengaku dengan ikut organisasi yang tidak formal, ini ia dapat melatih dirinya dalam mengatur waktu dan hal-hal yang berbau organisasi. dia juga senang wawasannya bisa bertambah. "Jadi kalau bicara tentang barca sedikit banyak bisa nyambunglah," katanya.

Walau Lia dan Rini memiliki klub yang menjadi rival abadi, namun keduanya tetap bersahabat. Perang kedua klub tidak membuat dua sahabat ini turut berperang. Game is game, and friend is friend. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved