Sosok Sukses

Spesialis Pendiri BPR

Berada di posisi nyaman di puncak jabatan tak serta merta membuat sosok Hendri David Gultom (47) tidak menerima tantangan di tempat baru.

Spesialis Pendiri BPR
TRIBUNJAMBI/EKO PRASETYO
Hendri David Gultom

Berada di posisi nyaman di puncak jabatan tak serta merta membuat sosok Hendri David Gultom (47) tidak menerima tantangan di tempat baru. Rekam jejaknya di dunia perbankan mempelihatkan itu.

Sekarang, Hendri adalah Direktur Utama Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) Citra Darma Wangsa yang resmi hadir awal tahun ini. Kariernya di bank terentang sejak 1990 silam. Itu diawali ketika ia menjadi staf akuntansi pada Bank Bumidaya. Selama 10 tahun ia bekerja di bank BUMN tersebut sampai Bumidaya menjadi Bank Mandiri.

Di tahun 2001, Hendri mendapat tawaran yang dianggapnya sebagai peluang. Dirinya ditawari untuk membuka Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Setahun kemudian, BPT itu berdiri dengan BPR Batanghari. "Sebenarnya peluang ini saya ambil di tengah tantangan dalam mendirikan BPR, karena meninggalkan bank umum yang telah memiliki nama dari pada mendirikan bank baru dan BPR pula, pasti orang malah memilih bertahan saat itu," tutur pria asal Tapanuli itu kepada Tribun, Rabu (19/3).

Menurutnya, bekerja di BPR dituntut untuk melahirkan ide-ide serta inisiatif kratif. Alih-alih bertahan di BPR tersebut, tawaran yang ia lihat sebagai tantangan itu pun menghampirinya lagi.

Ketika itu baru ada tiga BPR di Jambi. Ada investor yang percaya dengan kemampuan Hendri, ia pun ditawari membangun satu BPR, yaitu BPR Central Dana Mandiri pada 2010. Sama seperti BPR Batanghari, Hendri juga harus mencoba melihat peluang dan juga tantangan yang harus dihadapinya, karena BPR yang akan dipegangnya tersebut juga merupakan BPR baru.

Selang tiga tahun, pada Maret 2014, ia ditawari oleh pengusaha Jambi yaitu Darman Wijaya untuk mendirikan BPR yang kini ia pimpin, BPR Citra Darma Wangsa. "Semoga ini yang terakhir, bukan sebagai spesialis pendiri BPR, hanya saja saya ingin terus melihat peluang," tuturnya.

Dikatakan Hendri saat ini dirinya masih fokus memajukan BPR Citra Darma Wangsa. “Mendirikan BPR dan harus bersaing dengan beberapa BPR lain bahkan bank umum, kita harus lebih berhati-hati, juga memilih segmen UMKM karena kita sadar dengan nilai nominal yang disesuaikan kemampuan mereka, kita pun juga aman dalam pemberian kredit walau kita juga memberikan kredit selain untuk segmen UMK,"ucap pecinta olahraga badminton ini. (eko prasetyo)

, dimana BPR ini pun memfokuskan pemberian kredit kepada sektor Usaha Mikro Kecil (UMK). Plafon pemberian kredit hingga Rp 50 jutaan keatas pun menjadi produk kredit andalan bank pengkreditan rakyat satu ini. "Mendirikan BPR dan harus bersaing dengan beberapa BPR lain bahkan bank umum, kita harus lebih berhati-hati juga, memilih segmen UMK, karena kita sadar dengan nilai nominal yang disesuaikan kemampuan mereka, kita pun juga aman dalam pemberian kredit walau kita juga memberikan kredit selain untuk segmen UMK,"ucap pria pecinta olahraga badminton ini. Target yang harus di capai oleh Hendri di Tahun 2014, dirinya diharuskan mencapai beberapa target yang diberikan sesuai rapat pemegang saham. Selain itu hal yang terpenting ucapnya, untuk tahun awal ini dirinya beserta beberapa pegawainya harus dapat menerima kembali Break Even Point (BEP) atau dana awal yang digelontorkan dalam pendirian unit usaha keuangan tersebut. "Intinya yang terpenting, karena kita masih baru dan baru berdiri, BEP itu yang harus dicapai dahulu,"tutupnya. (Eko prasetyo) 

Penulis: ekoprasetyo
Editor: deddy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved