Dana Luar Dikucurkan ke Kredit
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi menyampaikan pertumbuhan kredit perbankan triwulan IV-2013 lebih besar
Penulis: hendri dede | Editor: Deddy Rachmawan
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi menyampaikan pertumbuhan kredit perbankan triwulan IV-2013 lebih besar dari dana yang dihimpun nasabah. Indikasi ini adanya peran pembiayaan yang dibiayai oleh investor dari luar Jambi.
Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Jambi, V Carlusa mengatakan dana yang dihimpun perbankan Jambi pada periode tersebut sebesar Rp 19 triliun, sedangkan kredit yg disalurkan mencapai Rp 23 triliun. “Artinya sekitar Rp 4 triliun mengindikasikan kredit yang disalurkan tidak sepenuhnya bersumber dari dana yang dihimpun,” papar Carlusa.
Menurutnya hal itu mengindikasikan ada investor dari luar yang menginvestasikan dananya ke pembiayaan melalui perbankan. Karena, lanjutnya, pembiayaan ini tidak sepenuhnya bersumber dari perbankan. “Tapi bisa pula dari sektor lain semisal pinjaman luar negeri atau memang dana khusus dari pemerintah daerah atau pusat,” paparnya.
Ia membeber, prinsip bank dalam menghimpun dana semisal terkumpul Rp 19 triliun, “paling disalurkan Rp 18 triliun atau Rp 19 triliun.” Tapi faktanya lebih dari dana yang dihimpun.
“Itu indikasinya ada pembiayaan sektor ekonomi di Jambi yang dibiayai investor dari luar baik dari Jakarta, Padang, Pekanbaru," jelasnya kepada Tribun, Selasa (18/7).
Dia mengatakan hal ini berarti bank di Jambi masih prospek, karena lebih besar dana yang disalurkan perbankan ketimbang dana yang dihimpun. Utamanya, para investor masih menganggap Jambi prospek untuk mereka tanamkan danannya.
"Berarti kredit yang disalurkan bank di Jambi bukan sepenuhnya bersumber dari dana yang dihimpun tetapi ada dana dari luar jambi," tegasnya.
Catatan BI berdasarkan lokasi proyek, jumlah kredit yang disalurkan ke Provinsi Jambi oleh perbankan sebesar Rp 30,41 triliun, lebih tinggi dibandingkan kredit yang disalurkan oleh perbankan Jambi (Rp 23,62 triliun). Ini menunjukkan bahwa terdapat Rp 6,79 triliun kredit yang disalurkan oleh perbankan di luar Provinsi Jambi.
Dibandingkan tahun lalu, kredit tersebut meningkat sebesar 18,30 persen dari sebelumnya Rp 25,71 triliun. Kenaikan kredit tersebut terutama disebabkan oleh meningkatnya kredit di Kota Jambi sebesar Rp 1,5triliun (13,36%/yoy), Kabupaten Batanghari sebesar Rp 765,04miliar (53,87%/yoy). Setelah itu di Kabupaten Bungo sebesar Rp 563,04miliar (20,03%/yoy) dan Merangin sebesar Rp 553,67miliar (27,94%/yoy). (hdp)