Banjir Jambi

Warga Mengadu Terserang Reumatik

Banjir musiman di Muaro Jambi masih belum surut. Namun, berbagai keluhan dari warga mulai diterima oleh Dinas Kesehatan(Dinkes)

Penulis: Andi | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Banjir musiman di Muaro Jambi masih belum surut. Namun, berbagai keluhan dari warga mulai diterima oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Muaro Jambi.
Kadinkes Muaro Jambi, Safii melalui Kabid P2M, Afif Udin saat dibincangi Tribun mengatakan, untuk saat ini, dia sudah menampung berbagai keluhan penyakit dari warga, seperti keluhahan dingin (reumatik), gangguan saluran pernapasan (ISPA) dan Malaria.
“Kita sudah turun ke lokasi-lokasi banjir, kebanyakan warga mengeluh dengan kondisi cuaca yang terus dingin. Para warga dewasa mengeluh sakit tulang akibat Reumatik,”ujarnya kepada Tribun, Sabtu (18/1).
Afifi melanjutkan, untuk wilayah endemis seperti di sepanjang aliran sungai batanghari, ada juga temuan kasus malaria.
”Dari laporan warga yang terserang penyakit, kita sudah berusaha dengan memberikan obat-obatan yang dibutuhkan,” jelasnya.
Penyakit yang kini mengancam warga yakni penyakit kulit. Maklum saja, kata Afif, dengan naiknya kondisi air, juga membuat berbagai sampah masuk ke genangan air, secara otomatis, air langsung tercemar limbah.
”Dari situlah berkembangnya penyakit kulit. Termasuk penyakit ISPA,”singkatnya.
Dia juga berharap, jika warga terserang penyakit akibat banjir ini, bisa melaporkan ke puskesmas terdekat atau petugas medis yang bertugas di wilayah setempat.
”Tak jarang, kalau air naik dan menggenangi perumahan warga, juga sering keluar ular berbisa, ini harus diwaspadai betul,”tukasnya.
Lalu bagaimana cara menghindari berbagai penyakit di musim hujan ini? Afif menghimbau agar warga tidak terlalu sering turun ke sungai. Terutama harus mengurangi aktivitas malam.
”Apalagi anak-anak, kalau tidak begitu penting jangan keluar malam, udara yang dingin dan nyamuk yang banyak, rentan membuat anak-anak yang fisiknya masih lemah, tertular penyakit. Waspadai juga luapan air sungai batanghari yang mungkin bisa saja naik secara tiba-tiba,”bebernya.
 
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved