PETI
Kawasan Kantor Camat Pangkalan Jambu Jadi Lokasi PETI
TRIBUNJAMBI.COM - Para pelaku penambangan emas tanpa izin ( PETI) di Kabupaten Merangin makin membandel.
Penulis: Herupitra | Editor: Rahimin
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Heru Pitra
TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Para pelaku penambangan emas tanpa izin ( PETI) di Kabupaten Merangin makin membandel. Walau seringkali Pemkab Merangin dibantu aparat terkait melakukan razia, tetap saja aktifitas PETI tidak hilang.
Bahkan, aktifitas PETI dengan menggunakan alat berat makin merajalela. Secara terang-terangan mereka beraksi.
Contohnya di Kecamatan Pangkalan Jambu tepatnya di Desa Perentak. Ada ratusan alat berat beroperasi guna mengeruk emas. Mereka seakan tak menghiraukan dampak negativ yang ditimbulkan dan larangan dari pemerintah.
Mereka tidak saja menggeruk area persawahan dan sungai, namun kawasan perkantoran, seperti kantor camat dan kantor BP3K, juga jadikan lokasi penambangan. "Selama 24 jam, tiap hari aktivitas PETI terjadi di Perentak," kata camat Pangkalan Jambu, Andre, Kamis (16/1).
Ia menjelaskan, aktivitas PETI tersebut kini telah merambah ke kantor yang dipimpinnya. Lahan yang terdapat di dekat pagar kantor, kini ada alat berat beraktivitas melakukan PETI.
"Kalau di dekat kantor camat tidak begitu. Tapi di kantor BP3K sekelilingnya kini terdapat aktivitas PETI. Bahkan pegawai yang ingin masuk kerja sudah susah, karena jalan menuju kantor ada aktivitas PETI," ia menjelaskan.
Andre mengaku, aktivitas PETI tersebut sangat mengganggu pegawai kantor yang ada di Pangkalan Jambu. Soalnya, suara bising yang keluar dari alat berat tidak pernah henti-hentinya.
"Kalau untuk keamanan masih aman, tapi tiap hari kita selalu mendengar suara bising dari aktifitas tersebut," ujarnya.
Makanya, saat ini pihaknya masih melakukan pendataan. Andre baru diangkat sebagai camatbeberapa hari terakhir ini. "Karena baru disini, saat ini kita masih melakukan pendataan terhadap aktifitas PETI ini," ia menjelaskan.