Sosok Sukses
Dari Moneter ke Pengawas Perbankan
Pengalaman yang lama sebagai pengawas bank sejak mengembang tugas di Bank Indonesia (BI) menjadi bekal bagi Farid Faletehan.
Penulis: hendri dede | Editor: Deddy Rachmawan
Pengalaman yang lama sebagai pengawas bank sejak mengembang tugas di Bank Indonesia (BI) menjadi bekal bagi Farid Faletehan. Dialah Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jambi.
Ditemui di ruanganya, di lantai III gedung BI Jambi, Farid mengatakan kariernya dimulai pada 1998. Alumnus S2 Manajemen Keuangan Unpas Bandung ini akhirnya pada 1999 diangkat menjadi pegawai BI wilayah Jakarta. Ia ditempatkan di bagian direktorat luar negeri yang menangani pinjaman luar negeri selama empat tahun. Kemudian tahun 2003 dirinya baru mulai berkecimpung sebagai pengawas perbankan setelah dipromosikan ke BI Bandung.
"Tadinya pengalaman di moneter pindah ke perbankan bertugas sebagai pengawasan," katanya.
Di BI Bandung dirinya menjabat sebagai pengawas bank sampai tahun 2010, sebelum dipromosikan ke BI Pekanbaru, Riau dengan poisisi sebagai pengawas bank. Di Jambi, Farid terbilang baru. Ia dipromosikan ke BI Jambi pada Agustus tahun lalu. Dan seiring kehadiran OJK di daerah-daerah, pada 1 Januari lalu, dirinya resmi menjabat Kepala Kantor OJK Jambi.
Pria kelahiran Bluran, Jawa Tengah, 23 Mei 1972 ini mengatakan tugas dan tanggung jawab yang diemban di OJK adalah mewujudkan terselenggaranya seluruh kegiatan di dalam sektor jasa keuangan secara teratur, adil, transparan dan akuntabel. Serta mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil serta melidungi kepentingan konsumen dan masyarakat. Menurutnya yang menjadi fokus setelah dibuka kantor OJK yakni proses pengawasan perbankan.
"Terutama di sektor jasa keuangan ada perbankan, asuransi, dana pensiun, dan pembiayaan seperti leasing. OJK mengawasi secara mikroprudential," ujarnya. (hendri dede putra)