Mobil LCGC
Pasar Mobil Bekas Bakal Depresi
Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) mulai menggeber penjualan mobil murah dan hema
Penulis: Andreas Eko Prasetyo | Editor: Deddy Rachmawan
Laporan wartawan Tribun Jambi, Eko Prasetyo
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) mulai menggeber penjualan mobil murah dan hemat atau Low Cost Green Car (LCGC). Harganya yang relatif terjangkau dikhawatirkan membuat pasar mobil bekas tertekan.
Kemungkinan itu disampaikan sejumlah pelaku usaha mobil seken. Singgih Prasetyo pengelola showroom Mega Mobilindo di bilangan Jalan M Yamin tak menutup mata adanya ancaman itu. Kata dia, hadirnya
Kendaraan Bermotor Roda Empat Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) akan berpengaruh terhadap penjualan mereka.
Akan tetapi, sergahnya, dalam waktu dekat ini belum begitu terpengaruh. "Kalau untuk saat ini belum ada pengaruh, karena diler sendiri masih melakukan program inden, paling daya beli saja agak tertahan," ungkapnya kepada Tribun, Selasa (17/9).
Singgih menduga, pengaruh negatif akan sangat terasa pada bulan kedua dan ketiga sejak mobil itu diluncurkan. Alasannya, saat itu mobil LCGC sudah terjual dan tersebar.
Menurutnya, saat ini masyarakat masih bingung di tengah banyaknya pilihan terhadap mobil LCGC. Sementara, mobil seken selain murah prosesnya jauh lebih cepat. Untuk diketahui, tiga pabrikan sudah resmi mengeluarkan mobil LCGC. Ada Daihatsu dengan Ayla, Toyota dengan Agya dan Honda lewat Brio Satya. Itu belum lagi merek lain seperti Datsun, Suzuki dan Tata Motors.
Singgih bilang, penjualan saat ini di tempatnya terbilang normal. Hingga pertengahan September, ia membukukan tujuh unit. Biasanya, ia menjual 12 unit tiap bulannya. Kata dia, sekalipun ada penurunan penjualan saat ini, itu lebih karena faktor harga komoditas.
Bukan city car
Mobil murah yang saat ini beredar ada di kelas city car. Namun Singgih menilai, pasar mobil sedan dan city car bekas tak akan terpukul. Justru ia berpendapat mobil tipe MPV seperti Avanza dan Xenia yang akan terimbas. Hal itu, sebutnya, dilihat dari perbandingan harga yang sangat tipis.
Ia bilang, city car seperti Honda Jazz dan Toyota Yaris pangsa pasarnya lebih kepada konsumen menengah atas. "Jadi masuknya mobil LCGC bukan menggerus penjualan mobil seken sekelasnya, malahan diperkirakan akan menggerus penjualan mobil seken tipe MPV, dan untuk mobil tahun 2000 ke bawah akan semakin hilang pangsa pasarnya," jelasnya.
Hal serupa juga disampaikan Manto, bagian keuangan showroom Cahaya Motor di Jalan HOS Cokroaminoto. Manto bilang, saat ini masyarakat mulai inden ke LCGC dan menahan melakukan pembelian mobil bekas.
Namun proses inden yang membutuhkan waktu, terkadang membuat konsumen memutuskan membeli mobil seken. Manto punya pandangan berbeda dengan Singgih. Kata dia, masuknya mobil murah akan menggerus mobil seken yang sekelas. Utamanya, ucap dia, mobil dengan tahun keluaran 2000 ke bawah. (tyo)