Ekspansi PTPN VI tak Mulus
Rencana penambahan dua Pabrik Kelapa Sawit (PKS) oleh PTPN VI wilayah Jambi-Sumbar menemui sandungan.
Penulis: hendri dede | Editor: Deddy Rachmawan
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Rencana penambahan dua Pabrik Kelapa Sawit (PKS) oleh PTPN VI wilayah Jambi-Sumbar menemui sandungan. Rencananya BUMN perkebunan ini membangun pabrik di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) dan Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim).
Kendala ditemui untuk pabrik di Tanjabtim karena lahan belum sesuai studi kelayakan. Sedangkan di Tanjabbar sudah masuk proses tender, artinya dalam waktu dekat akan segera dimulai proyek tersebut.
Direktur Pemasaran dan Umum PTPN VI Jambi, A Karimuddin mengatakan internal PTPN VI sudah melakukan survei di Tanjabtim, tetapi lahan tersebut dinilai belum clean and clear.
"Di Tanjabtim kita belum dapat lahan, karena untuk membangun pabrik harus lahan yang mineral. Kita masih mencari lahan," katanya kepada Tribun belum lama ini.
Menurutnya, untuk membangun pabrik kelapa sawit tidak bisa di lahan gambut. Dengan demikian, kata dia, PTPN VI terus berupaya berkoordinasi dengan pemerintah setempat mencari lokasi yang tepat.
Sedangkan di Tanjabbar masih dalam tahap izin lanjutan setelah izin prinsip dikeluarkan oleh Pemkab. "Izin prinsip sudah keluar dari bupati, kini tahap perizinan lanjutan dan proses tender," katanya.
Karimuddin mengatakan jika nantinya PKS sudah dibangun tentu saja tidak hanya sawit produksi internal PTPN VI yang akan diolah tetapi juga sawit masyarakat sekitar. Pembangunan pabrik yang bernilai investasi Rp 180 miliar tersebut ditaksir bekapasitas 45 ton TBS per jam. Artinya pabrik ini akan mampu mengolah tandan buah segar (TBS) milik petani swadaya dan plasma produksi TBS PTPN VI menjadi minyak sawit mentah (CPO) dan minyak inti sawit (PKO).
Dua PKS ini sebelumnya ditargetkan beroperasi hingga akhir 2013. Saat ini PTPN VI baru memiliki tujuh PKS di Jambi dengan kapasitas 230 ton. Dengan jumlah itu PTPN VI baru bisa membeli TBS 1.700-1.800 ton TBS per hari.
Sementara terkait rencana pembangunan tangki timbun CPO dengan menggandeng PT Pelindo di kawasan Talang Duku dan Seberang Sungai Batanghari dikatakan Karimuddin rencana ini sudah ditunda. Ini dikarenakan kendala lahan dan biaya yang tinggi. Sehingga saat ini PTPN VI masih melakukan sewa kontrak secara periodik tangki timbun yang ada di sana.
Dikatakan Karimuddin yang juga ketua Gapki Jambi ini, produksi inti CPO milik PTPN VI hingga pertengahan tahun 2013 ini masih mecapai RKP. Hanya saja produksi sawit plasma yang belum tercapai target karena kondisi sawit yang sudah berumur tua dan kurang produktif.
"Produksi CPO kalau internal PTPN VI sampai bulan Juni ini produksi intinya tercapai RKP. Cuma diproduksi plasma yang nggak tercapai, karena rata-rata tahun tanam sudah tua serta sudah layak di replanting juga," tambahnya. (hdp)