Breaking News:

Wajah Baru SKK Migas

Rudi Rubiandini mengeluarkan seruannya agar pemerintah daerah tidak mengganggu kegiatan hulu migas

Wajah Baru SKK Migas
ist
AM Putut Prabantoro

Kesimpulan sementara adalah kesejahteraan di Kabupaten Kutai Kertanegara belum merata dan belum dinikmati oleh seluruh warganya.

Cara Gerak
SKK Migas sebagai pengganti BPMigas harus memiliki cara pandang baru dalam berkegiatan antara lain lebih mengedepankan spirit nasionalisme yang merupakan salah satu alasan pembubaran BPMigas pada November 2012.

Dengan spirit yang baru ini diharapkan SKKMigas lebih dapat memberikan multiplier effect bagi pertumbuhan kesejahteraan daerah setempat. Hal itu tidak mungkin tercapai jika SKKMigas beranggapan bahwa K3S adalah “anak-anaknya”, sementara pemerintah daerah lain dianggap sebagai “tetangga”.

Selain menyejahterakan, kehadiran SKKMigas melalui K3S di daerah tersebut seharusnya menjadi alat pemersatu berbagai suku, rasa atau kelompok yang hidup di wilayah tersebut.

Ada baiknya pemerintah pusat dan daerah belajar dari Sudan dan Nigeria. Nigeria dan Sudan adalah dua negara yang hancur karena justru kedua negara itu sangat kaya akan migas. Rakyat di masing-masing negara tsb berperang saudara, saling berebut kekuatan untuk menguasai migas. Dalam spirit otonomi daerah, kita tidak ingin migas menjadi penghancur bangsa dan memecah belah negara.

Ada beberapa langkah yang mungkin bisa digunakan sebagai pemikiran, agar kegiatan hulu tidak terganggu. SKKMigas hendaknya :
1. Mendorong terbentuknya Peraturan Daerah (Perda) Untuk Bagi Hasil – yakni distribusi bagi hasil yang disepakati untuk propinsi, kabupaten, kecamatan dan kelurahan atau hingga RW/RT. Tidak adanya perda menyebabkan mandegnya distribusi bagi hasil pusat ke daerah yang tentunya juga akan menghambat distribusi kesejahteraan atau pembangunan daerah.
2. Mendorong terbentuknya BUMD/Koperasi untuk ambil bagian dalam kegiatan hulu migas. 3. Mempercepat program Indonesian Incorporated di bidang tenaga kerja migas seperti yang digagas oleh R. Priyono, mantan Kepala BPMigas, agar tenaga kerja (SDM) daerah dapat ambil bagian dalam kegiatan hulu migas. Program ini dapat dilakukan dengan membangun kerjasama yang erat antara SKKMigas, K3S dan Perguruan Tinggi Daerah.
4. Meningkatkan komunikasi tiga arah yang terbuka serta transparan antara SKKMigas, K3S dan Daerah agar hambatan budaya dan keamanan dapat menemukan salurannya. Cara ini bisa dilakukan dengan memberdayakan sarjana antropolog, sebagai misal, dalam kegiatan komunikasi ketiganya.
5. Melibatkan LSM dalam Corporate Social Responsibility (CSR) atau Community Development (CD) dengan kriteria, kualitas serta standardisasi yang transparan dan accountable, sebagaimana yang ditentukan dalam ISO 26000.

Semoga pernyataan Rudi Rubiandini selaku Kepala SKKMigas tidak mendorong terjadinya perpecahan bangsa – suku serta pusat - daerah, tetapi bahkan sebaliknya mendorong pemerintah dan masyarakat daerah sadar atas manfaat kehadiran K3S di daerahnya.

Lebih jauh lagi, semoga dengan cara pendekatan baru, Indonesia benar-benar dapat melihat wajah baru industri migas dan SKKMigasnya. Pada akhirnya, semoga kita dapat berharap banyak, migas menjadi alat strategis pemersatu bangsa. Ini semua dilakukan Demi Indonesia Satu Tak Terbagi!
--------
(*) AM Putut Prabantoro – adalah Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa).

Tags
opini
Editor: suang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved