Kaki Indi Bersimbah Darah Tertembus Peluru
TRIBUNJAMBI.COM - Indi Savira mengaku masih ketakutan. Dia juga deg-degan mengingat kejadian perampokan di toko emas
Tayang:
Penulis: muhlisin | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM, MUARO TEBO - Indi Savira mengaku masih ketakutan. Dia juga deg-degan mengingat kejadian perampokan di toko emas milik orangtuanya, Toko Singgalang, Minggu (28/4) pukul 11.30 WIB. Kaki kirinya, bagian belakang betis juga bersimbah darah tertembus peluru tembakan perampok ke etalase berisi emas.
"Masih takut, deg-degan terus," ucap Indi, kemarin sore. Wajahnya terlihat pucat. Dia juga belum bisa banyak bergerak sewaktu ditemui di ruang perawatan RS Hanafie, Muara Bungo. Zuherman, orangtuanya terlihat menunggui. Indi terbaring lunglai, dan mengaku sulit menghilangkan bayang-bayang kejadian perampokan kemarin.
Tubuhnya masih terlihat lemas. Dia belum bisa diajak bicara banyak. Sehingga belum diketahui kejadian pastinya di dalam toko emas hingga kakinya tertembus peluru perampok. Namun dia sempat duduk di ranjang sembari menunjukkan kaki kirinya terbebat kain kasa, bekas terkena peluru.
Dia mengaku kaki bekas tembakan masih terasa sakit. "(Peluru) tembus. Alhamdulillah kata dokter tidak begitu gawat. Tidak mengenai tulang," ungkap Zulherman. Informasi yang terhimpun, sewaktu kejadian Indi tengah berada di belakang etalase toko. Dia menjaga toko emas terbesar di Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo itu.
Saat kejadian, dia bersama kakak perempuannya, Rey. Saat pelaku datang, siswi kelas II SMPN 3 Rimbo Bujang tengah duduk di sebuh kursi di belakang etalase. Peluru yang ditembakkan perampok kemudian melesat ke kaki kirinya, hingga tembus ke betis dan bersimbah darah. Setelah pelaku pergi, dia dilarikan ke klinik kesehatan di Rimbo Bujang.
Namun pendarahan di lukanya tak berhenti mengalir, sehingga dia dilarikan ke RS Hanafie, Muara Bungo. Aksi perampokan di siang bolong itu terbilang berani. Pelaku diduga berjumlah empat orang. Saat kejadian, lokasi ramai kesibukan warga. Lokasi toko emas juga di tengah keramaian pasar, persisnya di Jalan Yos Sudarso, Pasar Sarinah, Kelurahan Wirotho Agung, Rimbo Bujang Unit 2, Tebo.
Mereka beraksi dengan menggengam senpi. Tidak ada satupun warga mendekat ke lokasi karena takut ditembak pelaku. Seorang saksi mata, Ramadhan (20) mengaku menyaksikan langsung hampir seluruh rangkaian aksi penggarongan itu. Yakni, sejak mereka datang menumpang dua sepeda motor hingga pergi dari TKP.
Saat itu, dia tengah menunggu gerobak dagangannya. Seperti biasa, dia berjualan tepat di seberang jalan berhadapan dengan Toko Singgalan. Hanya berjarak sekitar tujuh meter dari pintu toko nahas itu. Menurutnya, sekitar pukul 11.30 WIB, datang dua sepeda motor mendekat ke toko. Satu jenis Honda Megapro dan sejenis bebek, namun dia tidak ingat merek pastinya.
Empat pelaku, masing-masing berboncengan mengenakan jaket warna gelap. "Aku sudah agak heran sejak mereka datang. Karena di sini (Rimbo Bujang) kan jarang pakai helm tertutup seperti itu. Apalagi semuanya pake masker penutup mulut," kata Ramadhan.
Begitu datang, mereka turun dan memarkir kendaraannya sekitar empat meter dari lokasi dagangannya. Dua orang mendekat ke Toko Emas Singgalang, dua orang lainnya hilir mudik di jalan depan toko. Saat itu, mereka masih tetap tak melepas helm dan maskernya. Helm yang digunakna jenis helm standar dealer.
Sejurus kemudian, Ramadhan mengaku mendengar suara seperti letusan senjata api dari dalam Toko Emas Singgalang. Hampir bersamaan, dia mendengar teriakan kesakitan dari dalam toko itu. "Yang dua orang di jalan itu kemudian langsung nembak-nembak. Pokoknya mereka nembak sembarangan. Ke atas, mendatar, kadang ke bawah. Mereka juga ngancam-ngancam orang supaya menjauh," ujar Ramadhan.
Aparat kepolisian langsung turun ke lokasi. Kapolres Tebo AKBP Zainuri Anwar datang ke lokasi lebih dulu. Dia bersama sejumlah anggotanya menunggu di dalam toko emas yang berantakan, menunggu kedatangan tim identifikasi. Pukul 15.15 WIB, tim identifikasi datang, dan melakukan olah TKP.
Hasil olah TKP, penyelidik menemukan satu martil kecil bergagang kayu di dalam toko. Kemungkinan digunakan pelaku memecahkan kaca etalase. Martil itu tergeletak begitu saja di atas etalase. Sejumlah selongsong peluru juga ditemukan di lokasi. Kondisi kaca etalasi pecah berantakan di sejumlah tempat.
Lubang bekas terjangan peluru juga ditemukan di beberapa tempat. Zainuri dikonfirmasi di lokasi mengaku masih berkonsolidasi dengan semua pihak. Tim buser Polres Tebo dan Polsek Rimbo Bujang tengah melakukan pengejaran. Dia mengatakan belum dapat menghitung jumlah kerugian.
Karena hingga Minggu malam pemilik toko belum bisa dikonfirmasi dan dimintai keterangan pihak kepolisian. "Anaknya yang ada di TKP tidak mengerti. Pemilik masih di RS Bungo belum berani menjelaskan," ujar Zainuri. Sedangkan Zuherman sendiri juga belum bisa memastikan kerugian harta benadanya. Dia beralasan belum sempat melihat secara langsung dan menghitung karena masih fokus mengurus kondisi kesehatan putri bungsunya. "Belum tau (jumlah kerugian). Dan lagi saya kan jarang ke toko. Anak-anak saja yang nunggu (toko)," ujar Zuherman.
"Masih takut, deg-degan terus," ucap Indi, kemarin sore. Wajahnya terlihat pucat. Dia juga belum bisa banyak bergerak sewaktu ditemui di ruang perawatan RS Hanafie, Muara Bungo. Zuherman, orangtuanya terlihat menunggui. Indi terbaring lunglai, dan mengaku sulit menghilangkan bayang-bayang kejadian perampokan kemarin.
Tubuhnya masih terlihat lemas. Dia belum bisa diajak bicara banyak. Sehingga belum diketahui kejadian pastinya di dalam toko emas hingga kakinya tertembus peluru perampok. Namun dia sempat duduk di ranjang sembari menunjukkan kaki kirinya terbebat kain kasa, bekas terkena peluru.
Dia mengaku kaki bekas tembakan masih terasa sakit. "(Peluru) tembus. Alhamdulillah kata dokter tidak begitu gawat. Tidak mengenai tulang," ungkap Zulherman. Informasi yang terhimpun, sewaktu kejadian Indi tengah berada di belakang etalase toko. Dia menjaga toko emas terbesar di Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo itu.
Saat kejadian, dia bersama kakak perempuannya, Rey. Saat pelaku datang, siswi kelas II SMPN 3 Rimbo Bujang tengah duduk di sebuh kursi di belakang etalase. Peluru yang ditembakkan perampok kemudian melesat ke kaki kirinya, hingga tembus ke betis dan bersimbah darah. Setelah pelaku pergi, dia dilarikan ke klinik kesehatan di Rimbo Bujang.
Namun pendarahan di lukanya tak berhenti mengalir, sehingga dia dilarikan ke RS Hanafie, Muara Bungo. Aksi perampokan di siang bolong itu terbilang berani. Pelaku diduga berjumlah empat orang. Saat kejadian, lokasi ramai kesibukan warga. Lokasi toko emas juga di tengah keramaian pasar, persisnya di Jalan Yos Sudarso, Pasar Sarinah, Kelurahan Wirotho Agung, Rimbo Bujang Unit 2, Tebo.
Mereka beraksi dengan menggengam senpi. Tidak ada satupun warga mendekat ke lokasi karena takut ditembak pelaku. Seorang saksi mata, Ramadhan (20) mengaku menyaksikan langsung hampir seluruh rangkaian aksi penggarongan itu. Yakni, sejak mereka datang menumpang dua sepeda motor hingga pergi dari TKP.
Saat itu, dia tengah menunggu gerobak dagangannya. Seperti biasa, dia berjualan tepat di seberang jalan berhadapan dengan Toko Singgalan. Hanya berjarak sekitar tujuh meter dari pintu toko nahas itu. Menurutnya, sekitar pukul 11.30 WIB, datang dua sepeda motor mendekat ke toko. Satu jenis Honda Megapro dan sejenis bebek, namun dia tidak ingat merek pastinya.
Empat pelaku, masing-masing berboncengan mengenakan jaket warna gelap. "Aku sudah agak heran sejak mereka datang. Karena di sini (Rimbo Bujang) kan jarang pakai helm tertutup seperti itu. Apalagi semuanya pake masker penutup mulut," kata Ramadhan.
Begitu datang, mereka turun dan memarkir kendaraannya sekitar empat meter dari lokasi dagangannya. Dua orang mendekat ke Toko Emas Singgalang, dua orang lainnya hilir mudik di jalan depan toko. Saat itu, mereka masih tetap tak melepas helm dan maskernya. Helm yang digunakna jenis helm standar dealer.
Sejurus kemudian, Ramadhan mengaku mendengar suara seperti letusan senjata api dari dalam Toko Emas Singgalang. Hampir bersamaan, dia mendengar teriakan kesakitan dari dalam toko itu. "Yang dua orang di jalan itu kemudian langsung nembak-nembak. Pokoknya mereka nembak sembarangan. Ke atas, mendatar, kadang ke bawah. Mereka juga ngancam-ngancam orang supaya menjauh," ujar Ramadhan.
Aparat kepolisian langsung turun ke lokasi. Kapolres Tebo AKBP Zainuri Anwar datang ke lokasi lebih dulu. Dia bersama sejumlah anggotanya menunggu di dalam toko emas yang berantakan, menunggu kedatangan tim identifikasi. Pukul 15.15 WIB, tim identifikasi datang, dan melakukan olah TKP.
Hasil olah TKP, penyelidik menemukan satu martil kecil bergagang kayu di dalam toko. Kemungkinan digunakan pelaku memecahkan kaca etalase. Martil itu tergeletak begitu saja di atas etalase. Sejumlah selongsong peluru juga ditemukan di lokasi. Kondisi kaca etalasi pecah berantakan di sejumlah tempat.
Lubang bekas terjangan peluru juga ditemukan di beberapa tempat. Zainuri dikonfirmasi di lokasi mengaku masih berkonsolidasi dengan semua pihak. Tim buser Polres Tebo dan Polsek Rimbo Bujang tengah melakukan pengejaran. Dia mengatakan belum dapat menghitung jumlah kerugian.
Karena hingga Minggu malam pemilik toko belum bisa dikonfirmasi dan dimintai keterangan pihak kepolisian. "Anaknya yang ada di TKP tidak mengerti. Pemilik masih di RS Bungo belum berani menjelaskan," ujar Zainuri. Sedangkan Zuherman sendiri juga belum bisa memastikan kerugian harta benadanya. Dia beralasan belum sempat melihat secara langsung dan menghitung karena masih fokus mengurus kondisi kesehatan putri bungsunya. "Belum tau (jumlah kerugian). Dan lagi saya kan jarang ke toko. Anak-anak saja yang nunggu (toko)," ujar Zuherman.