Breaking News:

Lion Air Tergelincir

Pilot Lion Air Wajib Dites Urine

TRIBUNJAMBI.COM--Pesawat Boeing 737 800 NG milik Lion Air jatuh di laut Bali sekitar pukul 15.35 WITA atau 14.35 WIB Sabtu (13/4/2013) kemarin.

Editor: Deddy Rachmawan
Pilot Lion Air Wajib Dites Urine
ANTARA/Made Wirjawan
Pesawat Lior Air rute Bandung-Denpasar jatuh di laut di Bali di dekat Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Sabtu (13/4). 101 Penumpang dan 7 awak selamat.

Saat ini, PT Lion Air punya 87 unit pesawat, termasuk 12 Boeing 737-800 NG.

"Harga satu unit 80 sampai 90 juta dolar AS," ungkapnya.

Sebelum tercebur di perairan Bali, pesawat sudah melakukan tiga perjalanan, yakni Palu-Balikpapan, Balikpapan-Banjarmasin, dan Banjarmasih-Bandung.

Edward mengaku belum mendapatkan informasi, bahwa pesawat itu sempat mengalami masalah mesin saat berada di Palu.

Ia meyakinkan, pesawat nahas dalam kondisi laik terbang, dan telah dilakukan pengecekan berkala setiap hari sebelum beroperasi.

Pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), untuk mengetahui sebab-musabab kecelakaan ini.

"Tanpa kejadian itu pun kami lakukan cek pagi, siang, dan malam," tegasnya.

Menurut Edward, pesawat diterbangkan oleh Capt M Gazhali dari Bandung ke Denpasar. Ia memastikan, pilotnya juga dalam kondisi sehat dan layak menerbangkan pesawat.

"Kalau bicara kesehatan kru (pilot), kami lakukan pemeriksaan enam bulan sekali. Kalau lulus, lisensinya diperpanjang. Untuk dugaan penggunaan narkoba, kami lakukan rem check, acak sampling," papar Edward.

Menurut Edward, seorang pilot rata-rata bisa lima kali menerbangkan pesawat dalam sehari. Gazali terbilang pilot yang memiliki jam terbang tinggi.

"Pilot Gazali belum pernah ada masalah sebelumnya, beliau pilot yang baik. pesawat itu masih ratusan jam terbangnya. Kalau jam terbang pilot Gazali di atas 10 ribu jam," jelasnya.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved