Aksi Massa

Massa Nyaris Hakimi Polisi di Kerinci

TRIBUNJAMBI.COM, - Ratusan warga Desa Mekar Jaya, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungaipenuh, nyaris menghakimi dua anggota polisi

Penulis: edijanuar | Editor: Deddy Rachmawan

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Ratusan warga Desa Mekar Jaya, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungaipenuh, nyaris menghakimi dua anggota polisi yang menjemput warga setempat terkait kasus curanmor. Pasalnya, beredar kabar mereka datang menculik warga setempat. Beruntung aparat desa setempat berhasil mengendalikan warganya.
Sehingga kejadian yang menimpa AKP Andar Siahaan, Kapolsek Nagori Dolok Saribu, Pardamean, Simalungung, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu, tak terulang. Yakni, tewas dihakimi massa usai mengamankan pelaku perjudian.
Kejadian serupa nyaris terjadi di Desa Mekar Jaya, sewaktu dua anggota buser Satreskrim Polres Bungo dicegat ratusan warga lantaran diduga pelaku penculikan, usai menangkap warga setempat. Informasi yang terhimpun, kejadian bermula dari penjemputan dua warga setempat, yakni Maswandi (34), dan orangtuanya, Haruman (54).
Polisi menjemput keduanya diduga terkait kasus curanmor sekitar pukul 04.00 WIB, tanpa sepengetahuan aparat desa. Tindakan itu membuat keluarga khawatir. Mereka mengira Maswandi dan Haruman menjadi korban penculikan. "Istri korban tidak mengetahui siapa yang membawa suaminya tersebut, dan kemana akan dibawa," ujar warga yang enggan dikutip namanya, Minggu (7/4).
"Dia hanya tahu kalau Maswandi dan ayahnya dibawa beberapa orang pria, dengan menggunakan mobil bewarna hitam, sekitar pukul 04.00 WIB pagi," jelas warga itu. Selain Maswandi dan ayahnya, seorang warga Desa Mekar Jaya lainnya, yakni Jalaludin juga berada dalam mobil. "Kecurigaan warga semakin besar, karena handpone Jalaludin tidak aktif saat dihubungi," sebut warga.
Mendengar kabar korban sudah diculik katanya, warga mulai berkumpul di rumah korban, dan semakin panik karena khawatir dengan keselamatan Maswandi dan ayahnya. "Beredarnya informasi penculikan membuat ratusan warga kalap, dan bersiap untuk mencari korban. Bahkan banyak yang membawa senjata tajam," jelas warga tadi.
Sekitar pukul 06.30 WIB, tiba‑tiba mobil warna hitam yang dicurigai sebagai pelaku penculikan , mengarah ke Desa Mekar Jaya. Di gerbang, ratusan warga yang emosi sudah menunggu, dan bersiap untuk menghakimi pelaku. Warga langsung mencegat mobil itu.
"Saat mengetahui Maswandi dan ayahnya ada didalam mobil pelaku, warga semakin kalap mengepung mobil pelaku dan meminta sopirnya turun. Beruntung aksi itu bisa diredam aparat pemerintahan desa setempat," jelas warga tadi. Selain itu, seorang warga setempat juga mengenali anggota polisi yang menjemput Maswandi dan ayahnya.
Warga itu menyebut polisi itu rekan semasa sekolah dulu. Agar tidak terjadi hal buruk, tokoh masyarakat setempat mengamankan kedua polisi itu ke rumah Maswandi. Kendati demikian, warga tetap tidak mau membubarkan diri. Malahan, jumlah warga semakin banyak, mengepung rumah Maswandi.
"Warga menuntut kaum adat setempat, untuk memberikan sanksi kepada kedua polisi tersebut, karena sudah membuat warga resah. Warga juga mengatakan polisi sudah salah tangkap," kata warga.
Saat itulah, sejumlah beberapa orang anggota polisi senior dan tokoh adat di desa setempat mulai berdatangan, dan melakukan perundingan. Setelah ditemukan kesepakatan, sekitar pukul 9.00 WIB, akhirnya kedua anggota polisi bisa keluar dengan aman.
"Beberapa anggota polisi yang membawa senjata laras panjang, juga berdatangan ke lokasi, karena takut terjadi aksi anarkis warga terhadap kedua rekan mereka. Namun setelah dilakukannya perundingan, warga akhirnya melunak," kata warga yang mengetahui kejadian itu.
Kepala Desa Mekar Jaya, Zulmasri, saat dikonfirmasi mengaku tidak ada informasi polisi ke dirinya saat hendak menangkap Maswandi, warganya. "Wajar warga kaget, karena khawatir korban diculik. Apalagi saat datang mereka tidak menghubungi saya," kata Kades. Ditanya apa sanksi yang akan dijatuhkan oleh tokoh adat setempat?
Zulmasri mengatakan akan ada sanksi adat. Hanya saja, apa sanksi itu dia mengaku belum mengetahui karena dua orang ninik mamak yang melakukan pembicaraan di Polres Kerinci, belum kembali.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved