Cuaca Buruk
Warga Khawatir Beraktivitas di Luar Rumah
TRIBUNJAMBI.COM – Perubahan cuaca yang tidak menentu, yang terjadi di Kabupaten Kerinci
Penulis: edijanuar | Editor: Rahimin
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Edi Januar
TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI – Perubahan cuaca yang tidak menentu, yang terjadi di Kabupaten Kerinci dua pekan terakhir membuat warga khawatir untuk beraktivitas di luar rumah. Apalagi perubahan cuaca tersebut juga disertai petir.
Meski belum menimbulkan korban jiwa, namun laporan yang didapat Tribun dari sejumlah warga, sejak beberapa hari ini banyak pohon yang terkena sambaran petir. Bahkan lokasinya juga tidak jauh dari pemukiman warga.
"Beberapa hari lalu satu pohon kelapa ambruk disambar petir. Lokasinya tidak jauh dari pemukiman warga," ujar Edi, warga Desa Pengasi, Kecamatan Batang Merangin, dikonfirmasi Tribun, Jumat (29/3).
Ambruknya pohon kelapa akibat tersambar petir, juga disaksikan beberapa orang warga lainnya, yang sedang mancing di Sungai Batang merangin.
"Untung saat itu kami sudah menjauh, kalau tidak mungkin kami juga ikut tersambar," kata Maswandi, yang saat itu sedang mancing di Sungai Batang Merangin.
Warga juga melaporkan petir juga menyambar pohon besar di wilayah Tanah Cogok. Akibatnya, pohon besar tersebut juga nyaris tumbang. "Kejadiannya sekitar pukul 15.00 saat turun hujan deras," kata Mat Nur, warga yang sehari-harinya bekerja di ladang.
Akibat sering terjadinya sambaran petir, warga banyak yang takut keluar rumah. Terutama saat cuaca sudah mulai gelap.
"Kalau mau keluar lihat cuacanya dulu, jika memang hujan akan turun sebaiknya di rumah saja," kata Hendra, warga Kumun Debai.
Dikatakannya,sudah banyak warga yang dikabarkan tewas karena disambar petir. Untuk menghindari hal ini, ia lebih memilih tidak keluar rumah, dan mencari tempat yang aman saat hujan turun.
TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI – Perubahan cuaca yang tidak menentu, yang terjadi di Kabupaten Kerinci dua pekan terakhir membuat warga khawatir untuk beraktivitas di luar rumah. Apalagi perubahan cuaca tersebut juga disertai petir.
Meski belum menimbulkan korban jiwa, namun laporan yang didapat Tribun dari sejumlah warga, sejak beberapa hari ini banyak pohon yang terkena sambaran petir. Bahkan lokasinya juga tidak jauh dari pemukiman warga.
"Beberapa hari lalu satu pohon kelapa ambruk disambar petir. Lokasinya tidak jauh dari pemukiman warga," ujar Edi, warga Desa Pengasi, Kecamatan Batang Merangin, dikonfirmasi Tribun, Jumat (29/3).
Ambruknya pohon kelapa akibat tersambar petir, juga disaksikan beberapa orang warga lainnya, yang sedang mancing di Sungai Batang merangin.
"Untung saat itu kami sudah menjauh, kalau tidak mungkin kami juga ikut tersambar," kata Maswandi, yang saat itu sedang mancing di Sungai Batang Merangin.
Warga juga melaporkan petir juga menyambar pohon besar di wilayah Tanah Cogok. Akibatnya, pohon besar tersebut juga nyaris tumbang. "Kejadiannya sekitar pukul 15.00 saat turun hujan deras," kata Mat Nur, warga yang sehari-harinya bekerja di ladang.
Akibat sering terjadinya sambaran petir, warga banyak yang takut keluar rumah. Terutama saat cuaca sudah mulai gelap.
"Kalau mau keluar lihat cuacanya dulu, jika memang hujan akan turun sebaiknya di rumah saja," kata Hendra, warga Kumun Debai.
Dikatakannya,sudah banyak warga yang dikabarkan tewas karena disambar petir. Untuk menghindari hal ini, ia lebih memilih tidak keluar rumah, dan mencari tempat yang aman saat hujan turun.