Pencemaran Nama Baik
Azhar Mulia tak Terima Tindakan Hambali
TRIBUNJAMBI.COM - Dikonfirmasi per telepon terkait dirinya dilaporkan ke Polres Bungo, Anggota KPU Provinsi Jambi, Azhar Mulia
Penulis: muhlisin | Editor: Rahimin
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Muhlisin
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Dikonfirmasi per telepon terkait dirinya dilaporkan ke Polres Bungo, Anggota KPU Provinsi Jambi, Azhar Mulia tidak membantah apa yang disebutkan Hambali di media.
Hanya saja ia tidak terima dengan tindakan Hambali yang mengumbar hal itu ke publik. Azhar mengatakan, Hambali memang menghubunginya per telepon.
Menurutnya, pembicaraan per telepon itu hanya ngobrol biasa dalam kapasitas pertemanan. Sehingga, ia tidak menduga jika Hambali mengumbarnya ke media.
"Memangnya Hambali juru bicara sayo? Kami tu ngobrol. Dia (Hambali) itu bisa juga sayo tuntut," ujarnya .
Terkait Khairun dan Subhan Mahmud, Azhar mengatakan ia punya analisis terhadap kemungkinan keduanya bermain dalam penetapan dapil. Pasalnya hanya KPU Bungo yang membawa langsung usulan pemecahan dapil ke KPU RI di Jakarta. Sementara KPUD lainnya semua melalui KPU Provinsi Jambi.
"Itu alasan timbul kecurigaan. Dio kan ngantar lansung ke Jakarta, sementara KPUD lainnya (usulan pemekaran) melalui KPU provinsi," ujar Azhar lagi.
Hanya saja, Azhar terkesan tak memberi jawaban pasti ketika ditanya terkait nama Pahmi Sy dan Juri Arianto. Terkait ini, Azhar kembali menumpahkan kekesalannya kepada Hambali.
Terkait namanya yang disebut bermain dalam persoalan pemecahan dapil ini, Subhan belum dapat menentukan sikap. Pasalnya saat ini ia tengah berkonsentrasi mengikuti tahapan tes menjadi calon anggota KPU Provinsi Jambi.
"Abang belum tahu nian persoalan ini. Abang akan pelajari dulu lah. Untuk sementara itu dulu," ujar Subhan.
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Dikonfirmasi per telepon terkait dirinya dilaporkan ke Polres Bungo, Anggota KPU Provinsi Jambi, Azhar Mulia tidak membantah apa yang disebutkan Hambali di media.
Hanya saja ia tidak terima dengan tindakan Hambali yang mengumbar hal itu ke publik. Azhar mengatakan, Hambali memang menghubunginya per telepon.
Menurutnya, pembicaraan per telepon itu hanya ngobrol biasa dalam kapasitas pertemanan. Sehingga, ia tidak menduga jika Hambali mengumbarnya ke media.
"Memangnya Hambali juru bicara sayo? Kami tu ngobrol. Dia (Hambali) itu bisa juga sayo tuntut," ujarnya .
Terkait Khairun dan Subhan Mahmud, Azhar mengatakan ia punya analisis terhadap kemungkinan keduanya bermain dalam penetapan dapil. Pasalnya hanya KPU Bungo yang membawa langsung usulan pemecahan dapil ke KPU RI di Jakarta. Sementara KPUD lainnya semua melalui KPU Provinsi Jambi.
"Itu alasan timbul kecurigaan. Dio kan ngantar lansung ke Jakarta, sementara KPUD lainnya (usulan pemekaran) melalui KPU provinsi," ujar Azhar lagi.
Hanya saja, Azhar terkesan tak memberi jawaban pasti ketika ditanya terkait nama Pahmi Sy dan Juri Arianto. Terkait ini, Azhar kembali menumpahkan kekesalannya kepada Hambali.
Terkait namanya yang disebut bermain dalam persoalan pemecahan dapil ini, Subhan belum dapat menentukan sikap. Pasalnya saat ini ia tengah berkonsentrasi mengikuti tahapan tes menjadi calon anggota KPU Provinsi Jambi.
"Abang belum tahu nian persoalan ini. Abang akan pelajari dulu lah. Untuk sementara itu dulu," ujar Subhan.
Berita Terkait