Cuaca Buruk

Nelayan Kerinci Terpaksa tak Cari Ikan

TRIBUNJAMBI.COM - Akibat cuaca buruk yang melanda wilayah Kabupaten Kerinci beberapa hari terakhir,

Penulis: edijanuar | Editor: Rahimin
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Edi Januar

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Akibat cuaca buruk yang melanda wilayah Kabupaten Kerinci beberapa hari terakhir, sejumlah nelayan yang biasa mencari ikan di Danau Kerinci terpaksa berhenti beraktivitas. Para nelayan ini takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
 
 Pantauan Tribun di Danau Kerinci, puluhan perahu merapat di pinggir danau. Para nelayan mengakui itu dilakukan karena khawatir saat mencari ikan, kapal mereka diterjang angin kencang. 
 
 "Kalau ke laut--Danau Kerinci---hanya pagi saja, kalau siang tidak berani," ujar seorang nelayan, Senin (14/1). 
 
 Nelayan ini mengaku, beberapa hari terakhir memang angin kencang sering mengganggu aktivitas nelayan. "Biasanya ke laut saat pagi dan sore hari. Karena sekarang cuaca kurang bagus, sore hari tidak melaut," ia menjelaskan. 
 
 Pardinal, nelayan di Desa Pulau Pandan, Kecamatan Bukit Kerman, mengatakan, akibat cuaca buruk yang melanda, hasil tangkapan nelayan menurun drastis.
 
 "Biasanya setiap harinya rata-rata hasil tangkapan sekitar 7 kilo, namun pagi ini tangkapan nelayan paling banyak 3 kilo. Penurunannya lebih dari 50 persen," katanya. 
 
 Ia mengaku hasil tangkapan tersebut hanya cukup untuk kebutuhan sehari saja. Minimnya hasil tangkapan, katanya, nelayan terpaksa menaikkan harga ikan, rata-rata perkilonya naik Rp 5 ribu. "Pagi ini harga ikan sudah Rp 35 ribu. Biasanya paling mahal hanya Rp 30 ribu," katanya.
 
 Selain faktor cuaca tidak menentu, minimnya alat tangkap yang dimiliki nelayan juga menjadi keluhan. Soalnya tangkapan ikan tidak sesuai dengan target yang diharapkan.


Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved