Banjir
Warga Mulai Datangi Posko Kesehatan
TRIBUNJAMBI.COM - Pascabanjir di empat kecamatan di Kabupaten Merangin, para korban banjir ramai mengunjungi posko kesehatan
Penulis: Herupitra | Editor: Rahimin
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Heru Pitra
TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Pascabanjir di empat kecamatan di Kabupaten Merangin, para korban banjir ramai mengunjungi posko kesehatan yang ada disetiap desa yang terkena banjir.
Hal itu dibenarkan Camat Tabir Timur, Alazik, yang daerahnya diterjang banjir saat dihubungi, Jumat (4/1). Ia mengatakan, wilayahnya Desa Sungai Limau merupakan kawasan yang terparah diterjang banjir. Sehingga, wilayah ini dipastikan rawan penyakit menular yang menyerang setelah banjir surut.
"Setelah banjir yang melanda dipastikan berbagai penyakit mulai menyerang warga korban banjir," katanya.
Menurutnya, penyakit gatal-gatal dan demam memang ada yang ditemukan. Namun, yang terkena penyakit tersebut tidaklah banyak. "Inipun sebatas kemungkinan karena belum ada laporan yang masuk," katanya.
Alazik menambahkan, kejadian banjir malam tahun baru itu ia meninjau keadaan warganya yang terkena banjir. Puskesmas di kecamatan untuk mengatasi yang diderita korban banjir sudah mempersiapkan obat-obatan. Obat tersebut disalurkan ke setiap desa sebagai bentuk antisipasi dari gejala penyakit disaat banjir menerjang.
Kadis Kesehatan Merangin, Mahmunsyah Munthe melalui Kabid Penanggulangan Penyakit Menular (P2M), Rahman mengatakan, serangan penyakit pascabanjir memang sering terjadi. Sampai saat ini belum ditemukan adanya wabah penyakit yang luar biasa akibat banjir ini.
"Kita belum mendapat laporan mengenai warga yang terserang penyakit. Jika memang ada itu adalah hal yang wajar karena warga beraktifitas di air yang tergenang," jelasnya.
Rahman menjelaskan, pihaknya sudah menyediakan psoko kesehatan di rumah bidan setempat untuk melayani warga korban banjir. Posko ini juga dilengkapi obat-obatan pencegah penyakit.
TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Pascabanjir di empat kecamatan di Kabupaten Merangin, para korban banjir ramai mengunjungi posko kesehatan yang ada disetiap desa yang terkena banjir.
Hal itu dibenarkan Camat Tabir Timur, Alazik, yang daerahnya diterjang banjir saat dihubungi, Jumat (4/1). Ia mengatakan, wilayahnya Desa Sungai Limau merupakan kawasan yang terparah diterjang banjir. Sehingga, wilayah ini dipastikan rawan penyakit menular yang menyerang setelah banjir surut.
"Setelah banjir yang melanda dipastikan berbagai penyakit mulai menyerang warga korban banjir," katanya.
Menurutnya, penyakit gatal-gatal dan demam memang ada yang ditemukan. Namun, yang terkena penyakit tersebut tidaklah banyak. "Inipun sebatas kemungkinan karena belum ada laporan yang masuk," katanya.
Alazik menambahkan, kejadian banjir malam tahun baru itu ia meninjau keadaan warganya yang terkena banjir. Puskesmas di kecamatan untuk mengatasi yang diderita korban banjir sudah mempersiapkan obat-obatan. Obat tersebut disalurkan ke setiap desa sebagai bentuk antisipasi dari gejala penyakit disaat banjir menerjang.
Kadis Kesehatan Merangin, Mahmunsyah Munthe melalui Kabid Penanggulangan Penyakit Menular (P2M), Rahman mengatakan, serangan penyakit pascabanjir memang sering terjadi. Sampai saat ini belum ditemukan adanya wabah penyakit yang luar biasa akibat banjir ini.
"Kita belum mendapat laporan mengenai warga yang terserang penyakit. Jika memang ada itu adalah hal yang wajar karena warga beraktifitas di air yang tergenang," jelasnya.
Rahman menjelaskan, pihaknya sudah menyediakan psoko kesehatan di rumah bidan setempat untuk melayani warga korban banjir. Posko ini juga dilengkapi obat-obatan pencegah penyakit.