Listrik
Inilah Jumlah Tunggakan Listrik di PLN Area Muara Bungo
TRIBUNJAMBI.COM – Di PT PLN (Persero) Area Muara Bungo terdapat catatan tagihan listrik dengan jumlah mencengangkan
Penulis: muhlisin | Editor: Rahimin
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Muhlisin
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO – Di PT PLN (Persero) Area Muara Bungo terdapat catatan tagihan listrik dengan jumlah mencengangkan. Pasalnya jumlah tunggakan yang belum dibayar oleh pelanggan terbilang sangat besar.
Bagian Umum yang juga menangani humas PLN Area Muara Bungo, Junaidi mengakui hal tersebut. Disebutkannya, tunggakan sebesar Rp 6,8 miliar itu terhitung sampai 31 Desember 2012.
Jumlah tunggakan rekening pada wilayah kerja kantor Muara Bungo adalah sebesar Rp 1.361.037.469. Sementara jumlah pelanggan adalah sebanyak 4.858 pelanggan. Baik rumah pribadi, perkantoran, maupun industri.
Jumlah tunggakan di Rayon Bangko sedikit lebih banyak dibanding Rayon Bungo, yakni Rp 1.544.259.134. Hal ini sebanding dengan jumlah pelanggan di Rayon Bangko yang juga lebih banyak, yakni 6.531 pelanggan.
Sedangkan Rayon Sarolangun sedikit lebih ‘tertib’, dimana jumlah tunggakan ‘hanya’ Rp 789.900.598. Rayon Sarolangun ini mempunyai pelanggan yang hampir berimbang dengan Rayon Bangko, yakni 6.331 pelanggan.
Hal sama dengan Muara Tebo. Dengan jumlah pelanggan sebanyak 4.086, jumlah tunggakan sedikit dibawah Rayon Sarolangun, yakni Rp 758.920.068. “Kalau dibanding jumlah pelanggannya, secara persentase (tunggakan di wilayah Rayon Tebo) justru lebih besar dibanding Sarolangun,” ujar Junaidi lagi.
Yang paling besar adalah tunggak di Rayon Rimbo Bujang. Jumlah pelanggan juga jauh lebih banyak dibanding rayon-rayon lainnya, yakni 10.787 pelanggan. Sementara jumlah tunggakan adalah sebesar Rp 2.412.610.591.
Kepada Tribunjambi.com Junaidi mengatakan, per akhir tahun 2012, total tunggakan sebesar Rp 6.860.677.860 dengan jumlah pelanggan 32.593 pelanggan. Hingga berita ini diturunkan, kewajiban terkait tunggakan itu belum diselesaikan oleh pelanggan.
“Memang segitu jumlahnya. Angka ini merupakan akumulasi dari tunggakan pelanggan yang berada di Area Muara Bungo,” ujar Junaidi, Kamis (3/1).
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO – Di PT PLN (Persero) Area Muara Bungo terdapat catatan tagihan listrik dengan jumlah mencengangkan. Pasalnya jumlah tunggakan yang belum dibayar oleh pelanggan terbilang sangat besar.
Bagian Umum yang juga menangani humas PLN Area Muara Bungo, Junaidi mengakui hal tersebut. Disebutkannya, tunggakan sebesar Rp 6,8 miliar itu terhitung sampai 31 Desember 2012.
Jumlah tunggakan rekening pada wilayah kerja kantor Muara Bungo adalah sebesar Rp 1.361.037.469. Sementara jumlah pelanggan adalah sebanyak 4.858 pelanggan. Baik rumah pribadi, perkantoran, maupun industri.
Jumlah tunggakan di Rayon Bangko sedikit lebih banyak dibanding Rayon Bungo, yakni Rp 1.544.259.134. Hal ini sebanding dengan jumlah pelanggan di Rayon Bangko yang juga lebih banyak, yakni 6.531 pelanggan.
Sedangkan Rayon Sarolangun sedikit lebih ‘tertib’, dimana jumlah tunggakan ‘hanya’ Rp 789.900.598. Rayon Sarolangun ini mempunyai pelanggan yang hampir berimbang dengan Rayon Bangko, yakni 6.331 pelanggan.
Hal sama dengan Muara Tebo. Dengan jumlah pelanggan sebanyak 4.086, jumlah tunggakan sedikit dibawah Rayon Sarolangun, yakni Rp 758.920.068. “Kalau dibanding jumlah pelanggannya, secara persentase (tunggakan di wilayah Rayon Tebo) justru lebih besar dibanding Sarolangun,” ujar Junaidi lagi.
Yang paling besar adalah tunggak di Rayon Rimbo Bujang. Jumlah pelanggan juga jauh lebih banyak dibanding rayon-rayon lainnya, yakni 10.787 pelanggan. Sementara jumlah tunggakan adalah sebesar Rp 2.412.610.591.
Kepada Tribunjambi.com Junaidi mengatakan, per akhir tahun 2012, total tunggakan sebesar Rp 6.860.677.860 dengan jumlah pelanggan 32.593 pelanggan. Hingga berita ini diturunkan, kewajiban terkait tunggakan itu belum diselesaikan oleh pelanggan.
“Memang segitu jumlahnya. Angka ini merupakan akumulasi dari tunggakan pelanggan yang berada di Area Muara Bungo,” ujar Junaidi, Kamis (3/1).