Breaking News:

Wabah Hepatitis di Kota Jambi

53 Siswa Berbagai Sekolah Diduga Terinfeksi

TRIBUNJAMBI.COM ‑ Sebanyak 13 murid SD Negeri 47 dan seorang pedagang makanan dinyatakan positif terinfeksi virus hepatitis A.

53 Siswa Berbagai Sekolah Diduga Terinfeksi
TRIBUNJAMBI/ALDINO
Siswa SDN 47 Kota Jambi diperiksa oleh Dinkes Kota Jambi, Senin (5/11)

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI ‑ Sebanyak 13 murid SD Negeri 47 dan seorang pedagang makanan dinyatakan positif terinfeksi virus hepatitis A. Ini perkembangan data sementara yang diperoleh Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, terkait penyebaran virus ini.
Jumlah tersebut adalah informasi terakhir dari satu orang dokter yang merawat pasien dari SDN 47. Data yang tercatat, 53 murid dari beberapa sekolah, dan satu pedagang diduga terinfeksi.
Untuk menghambat penyebaran virus, pihak sekolah menerapkan kebijakan menutup kantin sekolah selama seminggu.
Wakasek Kurikulum SDN 47 Nurmaida, mengatakan kantin sekolah akan ditutup selama seminggu. Pihaknya juga akan mengecek lokasi‑lokasi penjual makanan yang ada di sekitar sekolah. Sementara untuk kegiatan belajar anak‑anak tetap normal seperti biasa.
Kemungkinan bertambahnya jumlah orang yang positif terinfeksi virus tersebut masih besar. Pihak dinas kesehatan masih mengumpulkan data, berapa jumlah orang yang terinfeksi.
"Kita terima data 53 orang, kepastiannya kita tunggu pemeriksaan immune globulin virus hepatitis A," ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi dr Andi Pada, ketika ditemui seusai acara sosialisasi dengan orang tua murid, di SDN 47 Kota Jambi, Selasa (6/11) siang. "Satu dua hari lagi keluar hasilnya," lanjutnya.
Penularan virus, disebutkan Andi, dapat dipastikan dari makanan dan minuman, pihak dinas kesehatan akan fokus ke penjaja makanan. Karena dari laporan, satu orang penjaja makanan yang tertular. "Kemungkinan kita ke arah sana. Kita periksa itu, lihat hasilnya. Kalau itu terjadi kita putus rantai, 1 minggu kantin (SDN 47; red) tutup," ujarnya.
Sementara investigasi berjalan, kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak akan diliburkan, terkait dengan menyebarnya virus. Karena masa inkubasi virus antara dua minggu sampai dengan 50 hari. "Diliburkan tidak ada gunanya," lanjutnya mengulang pernyataan kemarin.
Perkembangan terakhir, kasus seperti ini belum ditemukan terjadi di daerah. Menurut Andi, dinas kesehatan di kabupaten belum melaporkan adanya kasus serupa.
Kasus ini sebenarnya bukan yang pertama terjadi di Kota Jambi. Beberapa tahun lalu, puluhan murid di SMA Titian Teras pernah terinfeksi. Dari murid satu kelas, hanya satu‑dua murid yang sehat. Kasus lainnya pernah kejadian di Kabupaten Merangin.
Virus hepatitis A di Jambi telah masuk dalam kategori kejadian luar biasa (KLB). Menurutnya, alasannya bisa karena tahun lalu tidak ada, dan sekarang ada. Kemudian di bulan yang sama tahun lalu tidak ada, dan bulan yang sama tahun ini ada banyak.
Terkait penyebaran tersebut, bupati dan wali kota di Provinsi Jambi, diminta untuk mengecek pedagang yang berada di sekitar sekolah. Tindakan ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus hepatitis A, yang telah dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB).
Gubernur Jambi Hasan Basri Agus, menginstruksikan hal tersebut begitu mengetahui bahwa sudah puluhan murid terkena virus. "Artinya ke depan, kita harus turun ke sekolah untuk mengecek pedagang. Kita imbau seluruh bupati dan walikota untuk melakukan itu," ujar gubernur, ketika diwawancara di rumah dinasnya.
Orang tua murid, tampaknya ingin melakukan tes hepatitis A sendiri di laboratorium, menggunakan reagen, immune globulin hepatitis. Disebutkan Andi, laboratorium prodia, tempat biasa cek darah kehabisan alat. Pihak dinkes mengatakan akan mendatangkan langsung dari distributor. (sud)

Penulis: duanto
Editor: deddy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved