Breaking News:

Wabah Hepatitis di Kota Jambi

Hepatitis A KLB di Jambi

TRIBUNJAMBI.COM,‑ Akhirnya penyebaran penyakit hepatitis A di Kota Jambi, dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB)

Hepatitis A KLB di Jambi
TRIBUNJAMBI/ALDINO
Siswa SDN 47 Kota Jambi diperiksa oleh Dinkes Kota Jambi, Senin (5/11)


TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI ‑
Akhirnya penyebaran penyakit hepatitis A di Kota Jambi, dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Pihak Dinas Kesehatan Provinsi Jambi belum memberikan rekomendasi kepada pihak sekolah, untuk meliburkan murid, sampai hasil investigasi yang sedang dilakukan keluar.
Dua sekolah, saat ini, muridnya ditemukan terkena virus hepatitis A. Selain teridentifikasi di SD Negeri 47 Kota Jambi, enam murid di SMA Xaverius 2 Kota Jambi, dilaporkan juga terkena virus yang sama.
Terkait hal tersebut, pihak Dinas Kesehatan Kota Jambi akan melakukan investigasi lebih lanjut ke sekolah dan rumah sakit tempat murid dirawat. Apabila hasil investigasi telah diketahui, kebijakan peliburan sekolah, baru dapat diputuskan.
"Sudah KLB. Sebelumnya tidak terjadi di sini (Jambi; red). Ini KLB, saya tegaskan ini KLB," ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi dr Andi Pada, ketika diwawancara di SD Negeri 47 Kota Jambi, Senin (5/11) siang.
Andi mengatakan pihak dinas kesehatan harus melakukan investigasi epidemologi. Dalam investigasi ini, akan dicari tahu siapa saja yang terkena virus, apa penyebabnya, sumber penularan dari mana. "Masih dalam tahap investigasi, belum ambil kesimpulan pasti, tapi tetap akan menuju ke sana. Penyelidikan epidemologi," lanjutnya.
Andi Pada dan Kadis Kesehatan Kota Jambi Polisman Sitanggang mengatakan penyelidikan investigatif membutuhkan waktu satu minggu. Dalam pemeriksaan itu akan dicek ke lingkungan sekolah, rumah sakit, dan kemungkinan ke rumah murid yang tertular. Sekarang, pihak dinkes sudah mengambil sampel darah semua murid yang mengambil makan di dalam sekolah. Darah akan dikirim untuk diperiksa. "Apabila memungkinkan nanti periksa penjaja makanan," ujar Andi.
Polisman mengatakan ada dugaan penularan lewat makanan. Menurutnya apabila sekolah diliburkan malah akan menghambat penyelidikan, karena akan dilihat daftar kehadiran, siapa saja yang tidak hadir.
Dalam pantauan Tribun, aktivitas belajar mengajar di SDN 47 tidak berjalan normal. Sebanyak 80 murid tercatat tidak masuk sekolah. "Lihat beberapa hari ke depan. Kalau meluas, maka itu libur. Tapi yang utama tahu dulu sumbernya," kata kadis perempuan ini. Ditambahkan, harus dipastikan apakah benar semua murid yang masuk ke rumah sakit memang positif hepatitis A.
Hari ini, Selasa (6/11), pihak sekolah akan mengadakan pertemuan dengan orang tua murid. Diharapkan Polisman, seluruh orang tua murid hadir dalam pertemuan.
Gubernur Hasan Basri Agus, ketika dikonfirmasi seusai acara di WTC, mengatakan sebaiknya dilakukan penyelidikan lebih dahulu apa yang menjadi penyebabnya.
Sedangkan Wali Kota Bambang Priyanto pun mengatakan hal senada. Menurutnya sekolah boleh diliburkan, namun harus diganti dengan obatnya. "Meliburkan sekolah tidak menyelesaikan masalah, yang menjadi masalah adalah mencari obatnya," katanya.
Ketua IDI Provinsi Jambi Armayani Rusli mengatakan puluhan murid SDN 47 Kota Jambi yang mendadak terserang hepatitis A bisa dikatakan termasuk Kasus Luar Biasa (KLB). Menurutnya kriteria KLB yakni adanya peningkatan kejadian secara signifikan dalam tempo yang singkat. "Kejadiannya mendadak, apalagi sudah 20 murid yang tertular itu bisa disebut KLB," katanya kemarin.
Armayani mengungkapkan murid yang tertular hepatitis tersebut harus segera diobati.  Kata Armayani dengan ditetapkan sebagai KLB, konsekuensinya biaya perawatan di rumah sakit atau puskesmas merupakan tanggung jawab dari pemerintah melalui dana tanggap darurat atau lainnya.
Armayani menambahkan, penderita hepatitis A tidak perlu terlalu khawatir. Jika memiliki kekebalan kuat, serta mendapat asupan makanan bergizi, maka penderita hepatitis A dapat sembuh.
Di samping itu, katanya harus ada langkah efektif mengantisipasi hepatitis A, terutama dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), di lingkungan sekolah. (sud/hdp)
Editor: deddy
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved