Breaking News:

Wabah Hepatitis di Kota Jambi

Dinkes: Hepatitis SDN 47 Belum KLB

TRIBUNJAMBI.COM - Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi, Polisman Sitanggang, menyayangkan keputusan libur.

 

 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi, Polisman Sitanggang, menyayangkan keputusan libur yang diberlakukan pihak sekolah dasar 47 Kota Jambi. Menurutnya, keputusan yang diambil pihak sekolah terlalu tergesa‑gesa tanpa ada koordinasi dengan dinas kesehatan.

"Sebenarnya keputusan libur terlalu tergesa‑gesa tanpa dasar yang kuat. Itu juga bukan KLB, jangan terlalu didramatisir," katanya ketika dikonfirmasi via telepon, kemarin.

Ditanya apakah keputusan libur itu tidak tepat untuk mengantisipasi jatuhnya korban lebih banyak, Polisman mengatakan tidak semuanya benar. Memang pihaknya sedang melakukan pengumpulan data untuk mengetahui sumber penyakit, namun hal itu bisa dilakukan tanpa meliburkan murid, sehingga murid tidak perlu ketinggalan pelajaran.

"Kita belum tahu itu penyebabnya dari dalam atau luar sekolah, kita sedang selidiki. Tapi sebenarnya nggak ada yang perlu dikhawatirkan," ujarnya.

Ia mengatakan saat ini pihaknya sudah mulai melakukan crosscheck data ke rumah sakit, dan sesuai rencana, hari ini ia akan mengutus tim ke sekolah untuk melakukan penelitian. "Besok (hari ini.red) pagi kita kirim tim ke SD 47 untuk melakukan pengecekan sekaligus koordinasi dengan guru agar sama‑sama mengatasi masalah ini," lanjutnya.

Ditanya soal biaya perawatan, Polisman menyampaikan bahwa pemerintah sejauh ini belum mengalokasikan dana karena kasus yang menimpa murid dan guru di SD 47 bukan termasuk kategori KLB. Namun menurutnya jika ada diantara korban yang berasal dari keluarga kurang mampu maka SKTM bisa digunakan.

"Sejauh ini belum ada yang mengeluhkan soal biaya perawatan. Mereka hanya minta penyebab penyakit segera ditemukan dan dihentikan. Itu pasti akan kita lakukan. Namun bila ada korban yang berasal dari keluarga kurang mampu bisa pergi ke puskesmas dengan membawa SKTM," paparnya.

Anggota komisi D DPRD Kota Jambi Jefri Bintara Pardede, meminta instansi terkait segera mengambil tindakan agar penyakit serupa tidak menyerang lebih banyak orang. Ia juga meminta kepada pihak sekolah untuk lebih menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

"Kita sempat lihat juga disana kan ada galon air minum yang disediakan untuk murid dan guru. Mungkin gelas‑gelasnya itu juga perlu diperhatikan kebersihannya," paparnya.
Penulis: wahid
Editor: deddy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved