Pemilukada

Peluang Sekda Cukup Besar

TRIBUNJAMBI.COM - Pergantian sekda yang ingin maju di Pemilukada, baik kabupaten/kota maupun provinsi, adalah sesuatu yang wajar

Penulis: kumaini | Editor: Rahimin
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Kumaini


TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pergantian sekda yang ingin maju di Pemilukada, baik kabupaten/kota maupun provinsi, adalah sesuatu yang wajar. Karena selaku petahana, kandidat yang berpredikat incumbent tentu wajar mewaspadai ancaman politis Sekda berkinginan maju bersaing. 

 Mneurut Prof Joni Najwan, pengamat politik, sekda merupakan biorkrat senior dalam pemerintahan setempat, dan tentunya memiliki peran signifikan dalam pemerintahan. Pada satu segi, bahkan dia juga tangan kanan kepala daerah dalam menerjemahkan kebijakan pemerintahan. Sehingga sah-sah saja, kepala daerah mencopot Sekda yang berkeinginan maju dengan tujuan mengurangi kekuatan politiknya.

 Apalagi jika kepala daerah merasa ditelikung, meski sudah dibesarkan namun ujungnya menjadi pesaing utama. Kendati demikian, keinginan seorang Sekda maju ke Pemilukada juga bukan sebuah pelanggaran.

 Karena itu memang hak seluruh warga negara, meski nantinya dia harus berhadapan dengan bupati atau gubernur yang merupakan bekas atasan yang telah membesarkannya. Selaku Top Leader, Sekda memiliki bekal yang cukup untuk maju dalam Pemilukada, setidaknya ia memiliki popularitas yang cukup tinggi,pengalaman di birokrasi.

 Sehingga ia memiliki peluang yang cukup besar. Peluang untuk memenangkan Pemilukada ditentukan banyak faktor, tidak bisa hanya mengandalkan popularitas dan pengalaman di birokrasi. Tapi juga ditentukan keberhasilan sosialisasi dalam meraih simpati mayarakat luas. Sebab popularitas seorang Sekda lebih terkotak di kalangan PNS, sedangkan di kalangan masyarakat luas belum tentu tinggi.

 Karena itu, keputusan maju di Pemilukada memang harus diperhitungkan secara matang, jangan sampai menjadi korban politik. Terlebih kalau cuma mengandalkan popularitas di kalangan PNS atau pejabat, sebab nilai suara seorang pejabat dan rakyat biasa itu sama.

 Sepanjang sejarah pemilukada di Indonesia pasca otonomi daerah, sangat jarang terdengar adanya mantan Sekda yang maju untuk jabatan bupati atau gubernur yang berhasil memenangkan Pemilukada. Dan, pengalaman itu setidaknya bisa jadi pertimbangan mereka. 

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved