Penerimaan Anggota Polri

Orangtua Oky Kecewa Anak Gagal Masuk Polisi

TRIBUNJAMBI.COM - Zaidul Hadi AMd, orangtua Oky Aditia Hamka, yang berhasil dihubungi mengaku kecewa

Orangtua Oky Kecewa Anak Gagal Masuk Polisi
net
Ilustrasi
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Hendri Dunan


TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Zaidul Hadi AMd, orangtua Oky Aditia Hamka, yang berhasil dihubungi mengaku kecewa dengan apa yang dialami anaknya. Namun, selaku masyarakat biasa dirinya sudah pesimistis bila harus memperjuangkan kerugian anaknya.

 "Kami hanya bisa mempertanyakan. Kalau untuk protes kita tahu bahwa mereka yang punya peraturan dan hukum. Jadi kami tidak mungkin menantang matahari," ujar Zaidul Hadi.

 Zaidul mengakui ketika anaknya disuruh pulang, dirinya tidak mendampingi. Bahkan dirinya juga tidak sempat untuk mempertanyakan kenapa anaknya harus dilarang untuk mengikuti tes kesehatan tahap II.

 Kepada ayahnya, Oky terus memberi tahukan setiap perkembangan yang dialaminya. Bahkan nilai yang diperolehnya pun juga diberitahukan. Demikian pula jumlah peserta lain yang gugur dalam setiap tes yang sudah dilaksanakan.

 Makanya, ketika dikabari bahwa Oky disuruh pulang sebelum tes, membuat dirinya merasa tidak percaya. Namun berhubung dirinya saat itu sedang berada di Kerinci, dirinya mengaku tidak bisa berbuat apa-apa.

 Temuan lain, yakni kasus yang dialami Firman Firdaus, Rizki, dan Rega Ferdian. Mereka mengaku awalnya telah gagal tes setelah tiga kali nilai hasil tes kejiwaan mereka gagal di-input panitia. Setelah tiga kali gagal di-input nilai mereka dinyatakan invalid. 

 Panitia menyatakan mereka gagal masuk ke tahapan tes selanjutnya. Mereka pun menerima kenyataan itu, meskipun kecewa.

 Namun, keesokan harinya, panitia menelepon mereka dan memberitahukan mereka untuk mengikuti tes psikologis. Padahal panitia tes kesehatan jiwa menyatakan mereka telah gugur.

 "Kami bingung, setelah dinyatakan gugur, kemudian di telepon balik untuk mengikuti tes selanjutnya. Dan kemarin hasilnya kami juga gugur. Padahal hasil tes psikologis kami tinggi," ujar Rega dan lainnya.

 Terhadap keganjilan-keganjilan yang diterima peserta tes Tamtama Brimob ini mereka meminta panitia untuk terbuka, terutama terhadap kasus yang menimpa Oky Aditia Hamka.
Penulis: dunan
Editor: rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved