Musim Kemarau
Sumur Warga Banyak yang Kering
TRIBUNJAMBI.COM - Selain minimnya curah hujan, di Jambi, musim kemarau biasanya juga ditandai mengeringnya air sumur warga.
Penulis: wahid | Editor: Rahimin
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Wahid Nurdin
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Selain minimnya curah hujan, di Jambi, musim kemarau biasanya juga ditandai mengeringnya air sumur warga.
Alan, warga kawasan Kebun Handil, Kota Jambi mengatakan, jika kondisi seperti ini masih terus berlanjut dan hujan tak turun juga, sumur di rumahnya akan mengering.
"Biasanya setiap tahun kalau kemarau sumur saya selalu kering. Antisipasinya menggunakan air PDAM," katanya beberapa waktu lalu.
Menurut pria yang bekerja sebagai marketing furniture itu, kondisi yang sama dialami oleh tetangganya. Antisipasi kekeringan juga telah dilakukan di Kerinci. Seperti diketahui, banyaknya lahan pertanian akan membutuhkan pasokan air selama musim kemarau ini.
Kepala BMKG Kerinci Jon Haides mengatakan, pihaknya sudah memasang 15 alat pemantau curah hujan, yang dipasang di setiap Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di Kecamatan. Dua unit di antaranya dipasang di Kota Sungaipenuh,” katanya, kemarin.
Pada kesempatan tersebut, ia juga mengimbau kepada semua pihak, untuk tidak mengeluarkan informasi, maupun mempercayai informasi seputar BMKG, jika sumbernya tidak berasal dari BMKG. Soal hujan, gempa, cuaca, itu tugasnya BMKG. Tidak ada badan lain selain BMGK,” katanya.
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Selain minimnya curah hujan, di Jambi, musim kemarau biasanya juga ditandai mengeringnya air sumur warga.
Alan, warga kawasan Kebun Handil, Kota Jambi mengatakan, jika kondisi seperti ini masih terus berlanjut dan hujan tak turun juga, sumur di rumahnya akan mengering.
"Biasanya setiap tahun kalau kemarau sumur saya selalu kering. Antisipasinya menggunakan air PDAM," katanya beberapa waktu lalu.
Menurut pria yang bekerja sebagai marketing furniture itu, kondisi yang sama dialami oleh tetangganya. Antisipasi kekeringan juga telah dilakukan di Kerinci. Seperti diketahui, banyaknya lahan pertanian akan membutuhkan pasokan air selama musim kemarau ini.
Kepala BMKG Kerinci Jon Haides mengatakan, pihaknya sudah memasang 15 alat pemantau curah hujan, yang dipasang di setiap Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di Kecamatan. Dua unit di antaranya dipasang di Kota Sungaipenuh,” katanya, kemarin.
Pada kesempatan tersebut, ia juga mengimbau kepada semua pihak, untuk tidak mengeluarkan informasi, maupun mempercayai informasi seputar BMKG, jika sumbernya tidak berasal dari BMKG. Soal hujan, gempa, cuaca, itu tugasnya BMKG. Tidak ada badan lain selain BMGK,” katanya.