Musim Kemarau
Juli Ini Puncak Kemarau di Jambi
TRIBUNJAMBI.COM - Musim kemarau diprediksi akan terjadi di Jambi hingga kisaran Oktober mendatang
Penulis: wahid | Editor: Rahimin
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Musim kemarau diprediksi akan terjadi di Jambi hingga kisaran Oktober mendatang. Perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sultan Thaha Jambi, puncak kemarau berada dalam bulan Juli ini.
"Puncak kemarau di Jambi terjadi pada Juli ini. Di mana curah hujan atau rainfall di wilayah Jambi sangat sedikit sekali," kata Gumilang Deranadyan, prakirawan BMKG, Senin (2/7) siang.
Namun, biarpun memiliki curah hujan yang sangat minim, bukan berarti potensi hujan tersebut sama sekali tidak terjadi. Dijelaskannya, arah angin berada pada posisi timur hingga selatan umumnya cukup tinggi dengan kecepatan 10 hingga 12 knot atau 20 sampai 25 km/jam untuk kecepatan angin maksimum.
Sehingga di wilayah Jambi masih memungkinkan terjadi hujan ringan untuk wilayah pantai timur Jambi. Untuk wilayah provinsi bagian barat dan tengah umumnya cerah berawan.
Untuk curah hujan sendiri, dikatakannya, tiap wilayah mempunyai tipikal atau variasi curah hujan berbeda. Masing-masing provinsi memiliki karakteristik tersendiri. Sebagai contoh, kata dia, di Jambi terdapat pembagian zona-zona musim yang dibagi menjadi kurang lebih 10 hingga 12 zona musim.
"Letak geografis dan ketinggian lokasi juga berpengaruh pada curah hujan suatu wilayah, sehingga satu daerah dengan daerah lain memiliki curah hujan berbeda," paparnya.
Berdasarkan data terakhir pada 1 Juli kemarin, dengan menggunakan data Modis satelit Aspotera di wilayah Sumatera terdapat delapan titik panas, (hot spot) yakni di wilayah Aceh, Pekanbaru dan Jambi. "Di Jambi sendiri terdapat dua titik panas, yakni di Tanjabbar dan Muara Jambi," sambungnya.