HIM Damsyik Meninggal
HIM Damsyik si Datuk Jago Dansa
TRIBUNJAMBI.COM - Namanya tak hanya dikenal di dunia sinema. HIM Damsyik sang aktor gaek juga piawai berdansa.
TRIBUNJAMBI.COM - Namanya tak hanya dikenal di dunia sinema. HIM Damsyik sang aktor gaek juga piawai berdansa. Tak heran orang pun mengenalnya tak sekadar hebat berperan sebagai Datuk Maringgih namun juga sebagai datuk dansa.
Ya, jauh sebelum menekuni dunia akting, aktor kelahiran Teluk Betung, Lampung, 14 Maret 1929, ini telah dikenal sebagai koreografer. Karena kepiawaiannya, sutradara Wim Umboh bahkan kerap memercayakan urusan koreografi untuk filmnya kepada Him Damsyik.
Dunia dansa memang diakrabi Damsyik sejak kecil. Seperti dilansir dari wikipedia, kedua orang tuanya berasal dari Minangkabau dan termasuk kaum terdidik Minang pada masa itu yang banyak bekerja pada perusahaan-perusahaan Belanda. Sejak kecil putra dari kepala pegawai di perusahaan pelayaran Belanda, KPM, ini telah senang menari.
Setiap ada pesta atau perayaan, Damsyik selalu turut ambil bagian dalam menyanyi. Bakatnya semakin terasah saat hijrah ke Jakarta untuk kuliah. Saat itu di tahun 1950-an masih banyak orang Belanda yang bermukim di Jakarta, sehingga budaya dansa-dansa masih dominan sebagai alat pergaulan termasuk di kalangan mahasiswa. Semasa kuliah, Damsyik pernah aktif sebagai anggota Ikatan Mahasiswa Djakarta (Imada).
Di akhir Maret pada tahun 2003, pria bertubuh ramping itu pernah dengan bangga mengklaim bahwa dirinya adalah Datuk Dansa. Ia juga menceritakan kecintaannya di dunia tari.
"Ha-ha-ha...aku memang si Datuk Maringgih. Kalau urusan dansa, orang mungkin memanggilku Datuk Dansa," katanya seperti dikutip dari Kompas.
Di usianya yang sudah renta, Damsyik masih sangat kuat berdansa. Tubuhnya yang kurus tidak kelelahan, meskipun dia telah berdansa hingga berjam-jam. "Setiap ada kesempatan, saya pasti berdansa. Dansa membuat tubuh saya selalu sehat, tidak mudah sakit, dan tidak membuat perut saya buncit," ujarnya.
Kiranya tepat jika kemudian Ikatan Olahraga Dansa Indonesia yang bernaung di bawah keanggotaan KONI menunjuk Damsyik menjadi ketua umum pertamanya sejak sejak 12 Juli 2002.
Kini, tiada lagi si Datuk Dansa. Him Damsyik tutup usia pada Jumat (3/2/2012) dini hari dalam perawatan di Rumah Sakit Puri Cinere.