Air Baku PDAM di Jambi Tidak Tercemar Mercury
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI -Air baku di sekitar intake (pusat penyedotan air baku, Red) PDAM kabupaten/kota se Provinsi Jambi sejauh ini belum tercemar
Penulis: ridwan | Editor: ridwan
Laporan wartawan Tribun Jambi Ridwan Junaidi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI -Air baku di sekitar intake (pusat penyedotan air baku, Red) PDAM kabupaten/kota se Provinsi Jambi sejauh ini belum tercemar mercury seperti yang dikhawatirkan masyarakat selama ini.
Sekretaris Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Provinsi Jambi, Ahdiyat didampingi Kepala Laboratorium Lies Indriani kepada Tribun, Selasa kemarin menjelaskan bahwa, Tim Teknis BLHD Provinsi Jambi telah melakukan pengambilan sampel air dan sedimen di tujuh lokasi intake PDAM.
Ketujuh intake PDAM itu meliputi Merangin, Sarolangun, Muara Bungo, Muara Tebo, Batanghari, Muara Jambi dan Kota Jambi. Pengambilan sampel dilaksanakan pada tanggal 16 sampai 22 Desember 2012 lalu.
"Karena peralatan di UPTB Lab BLHD Provinsi Jambi rusak, maka sampel tersebut dikirim ke Lab Scientific Indonesia di Bogor pada 23 Desember lalu. Hasil pengujian Lab untuk sampel air dan sedimen pada lokasi intake tujuh PDAM menunjukkan kandungan mercury (Hg) masih di bawah ambang batas yaitu kecil dari 0,004 ppb," jelas Ahdiyat.
Maka kesimpulannya, sambung Ahdiyat hasil uji menunjukkan bahwa intake PDAM yang selama ini dicemaskan mengandung zat kimia berbahaya, mercury ternyata belum tercemar dengan limit deteksi 0,004 ppb tersebut.
"Dengan demikian air layak diminum dan kita berharap masyarakat tidak khawatir lagi. Inipun diperkuat oleh standar kandungan mercury yang diperbolehkan berdasarkan Permenkes No 492//Menkes/PER/IV/2010 tanggal 19 April 2010 tentang Persyaratan Air Minum adalah 1 ppb," ungkapnya.
Penyataan pihak BLHD Provinsi Jambi ini menindaklanjuti instruksi lisan Gubernur Jambi Hasan Basri Agus tertanggal 14 Desember 2011 yang meminta BLHD segera melakukan pengujian kandungan mercury (Hg) dalam air dan sedimen di tujuh lokasi intake PDAM di Provinsi Jambi.
Instruksi HBA tersebut dilatarbelakangi oleh maraknya penambangan emas liar di sepanjang Sungai Batanghari, dan anak-anak sungainya. "Kita sudah menghadap Pak Gubernur di kediaman dinasnya, 14 Desember lalu. Beliau sengaja minta kita untuk melakukan pengujian air baku di intake PDAM, karena beliau khawatir dengan maraknya penambangan emas yang menggunakan zat kimia mercury yang berbahaya bagi kesehatan," imbuh Ahdiyat.