Tiga Hotel Berbintang Akan Ramaikan Jambi
TRIBUNJAMBI.COM ‑ Pada 2012 ini, potensi usaha perhotelan masih menjanjikan.
Penulis: fendry | Editor: Deddy Rachmawan
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI ‑ Pada 2012 ini, potensi usaha perhotelan masih menjanjikan. Buktinya, tiga hotel berbintang akan hadir meramaikan Kota Jambi tahun ini. Ketiga hotel ini, di antaranya dikelola oleh jaringan hotel internasional dan ada juga lewat manajemen lokal.
"Kemungkinan ada tiga hotel berbintang yang akan hadir di Jambi pada 2012, ini sudah masuk informasinya pada kita, tapi untuk yang non-bintang belum ada yang masuk datanya," kata Arkani Ketua PHRI Provinsi Jambi.
Hotel bertaraf internasional itu, menurutnya adalah Hotel Aston. Menurutnya memang sempat ada masalah, namun tetap dibangun.
Ia melihat bahwa ekonomi Jambi tumbuh tiap tahunnya, sehingga para investor banyak masuk ke Jambi. Dengan manfaat peluang itulah bisnis perhotelan semakin maju di Jambi ini. Ditambah lagi, dengan aktivitas kegiatan di Jambi, dengan tumbuhnya hotel‑hotel maka kegiatan nasional akan banyak masuk ke Jambi.
Misalnya saja, pada acara Hari Pers Nasional yang akan diselenggarakan Februari di Jambi, orang akan melihat ketersedian kamar hotel dulu. Apabila ketersedian kamar mencukupi maka event itu bisa digelar di Jambi.
Begitu juga, even nasional maupun internasional lainnya. Usaha hotel masih menjanjikan ke depannya. Ia berharap hotel bertaraf internasional akan lebih banyak lagi masuk ke Jambi ini.
Soal pemberian hotel bintang dan non-bintang, menurutnya ada kategori‑kategori tertentu. Saat ini memberikan predikat hotel bintang beda dengan sebelumnya. Dahulu pemberian bintang tergantung pada banyaknya kamar, tapi kali ini tidak.
Pemberian gelar bintang pada suatu hotel, sekitar 60 persen dinilai pada SDM-nya, sekitar 40 persen baru fasilitas yang ditawarkan misalnya jumlah kamar, lobi dan sebagainya. Ia menjelaskan, di segi SDM-nya apakah para pegawai itu lulusan dari perhotelan dan sebagainya atau tidak. Pegawai itu dilihat dulu latar bidang pendidikannya.
Menurutnya, di Kota Jambi ada sekitar 51 hotel, dari 50 hotel itu sekitar 10 hotel yang dikategorikan hotel bintang, dan selebihnya non-bintang. Kini, hotel non-bintang disebut dengan hotel jasmine. Dulu namanya hotel melati, dan ada lagi pembagiannya seperti melati satu, dua, tiga dan seterusnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel Bintang pada November 2011 ini turun sekitar 23,86 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Tingkat hunian kamar pada November ini sebesar 39,88 persen, sementara pada Oktober TPK 52,38 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, Ahmad Jaelani merinci menurut kelasnya, TPK tertinggi tercatat pada hotel bintang 3 sebesar 45,36 persen dan terendah pada hotel bintang 2 sebesar 28,31 persen.
"Sedangkan TPK untuk hotel berbintang 1 sebesar 35,66 persen dan TPK hotel bintang empat sebesar 37,66 persen," ungkapnya.
Jika dilihat jumlah tamunya yaitu tamu Nusantara pada November ini sebanyak 20.457 orang, untuk tamu mancanegara sebanyak 86 orang, yang terdiri dari tujuh orang menginap di hotel bintang 2, 42 orang menginap di hotel bintang 3, dan 37 orang yang menginap di hotel bintang 4. (dry)