Lampu Teplok Meledak

15 Persen Wajah Gilang Hangus Terbakar

TRIBUNJAMBI.COM- Menurut Ani, Ibunda Gilang, minyak yang digunakan ibunya untuk mengisi lampu teplok

Penulis: Deni Satria Budi | Editor: Rahimin
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Deni Satria Budi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Menurut Ani, Ibunda Gilang, 
minyak yang digunakan ibunya untuk mengisi lampu teplok saat listrik padam malam itu adalah minyak tanah yang ia beli di daerah Marene sebanyak lima liter. 

 Ia membeli minyak tanah tersebut memang untuk digunakan mengisi lampu teplok di rumah ibunya jika listrik padam. Diakuinya, kemungkinan minyak tanahnya kececer ketika ibunya akan mengisi ke dalam lampu teplok.

 "Seharusnya kalau minyak tanah, kan tidak sampai terbakar dan menyambar seperti gas apinya. Tadi, sudah dicek lagi minyak tanah yang kami beli. Kami bandingkan dengan minyak tanah yang lain. Memang, minyak tanah yang kami beli saat dibakar langsung menjalar apinya yang biru. Sedangkan minyak tanah yang biasa, tidak terbakar," jelas Ani, yang ditemui di luar ruangan ICU tempat anaknya dirawat.

 Meski sudah bisa berbicara walaupun pelan, hingga kemarin, Gilang Ramadhan belum bisa makan. Ia hanya terbaring lemas dan untuk bergerak ia dibantu para bidan dan orangtuanya. "Dia bilang lapar tadi. Lapar bunda, itu kata dia tadi," kata nenek Gilang.

 Bidan yang merawat Gilang Ramadhan mengatakan bahwa luka bakar yang dialami Gilang sekitar 20 persen. 15 persen luka bakar di wajahnya dan sisanya luka bakar di bagian tangan kirinya. Sedangkan kepalanya hanya rambutnya yang terbakar. 



Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved