1.200 Pemimpin Hadiri Konferensi Hutan Indonesia

TRIBUNJAMBI.COM - Sekitar 1200 pemimpin akan menghadiri Forest Indonesia Conference atau konferensi tentang hutan Indonesia Selasa (27/9) besok.

Penulis: giri | Editor: Nani Rachmaini
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Sugiri Ugi

JAMBI, TRIBUNJAMBI.COM - Sekitar 1200 pemimpin akan menghadiri Forest Indonesia Conference atau konferensi tentang hutan Indonesia pada Selasa (27/9) besok. Kegiatan tersebut akan dibuka langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 

Acara yang bertajuk Hutan Indonesia: Alternatif Masa Depan untuk Memenuhi Kebutuhan Pangan, Kayu, Energi, dan RDD+ tersebut akan dihadiri juga oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Pembangunan Internasional Norwegia Erik Solheim, Utusan Khusus Bidang Perubahan Iklim Bank Dunia Andrew Steer dan Menteri Lingkungan Bidang Lingkungan Hidup, Pangan dan Urusan Pedesaan Inggris, Jim Paice

Wartawan undangan Center for International Forestry Research (CIFOR), satu organisasi yang concern terhadap hutan dan berpusat di Bogor, Jawa Barat (Jabar), sudah berdatangan di lokasi konferensi, di Sangri-La Hotel Jakarta untuk meliput kegiatan tersebut. 

Seperti kita ketahui, Indonesia adalah rumah terbesar ketiga bagi hutan hujan tropis dunia. Secara global, deforestasi menyumbangkan sampai 20 persen dari emisi gas rumah kaca. Bagi Indonesia, persentasenya dapat mencapai lebih dari 60 persen sehingga menjadikan Indonesia sebagai satu di antara negara penyumbang gas rumah kaca terbesar dunia.

Terkait hal itu, pemerintah Indonesia memiliki berbagai kesempatan untuk mengurangi kecepatan deforestasi dan pada kesempatan yang sama memperluas produksi pertanian guna menjamin target ketahanan pangan serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Sektor kehutanan Indonesia menyumbangkan pendapatan 8 miliar AS dari ekspor tahunan dan secara langsung menyerap 1,3 juta tenaga kerja. Namun pada saat bersamaan, sektor ini juga kehilangan pendapatan hingga 4 miliar dolar AS dari pembalakan liar berskala besar, yang sbagian besar kayunya diselundupkan ke luar negeri.

Indonesia memiliki lebih dari 30 hektare lahan kritis yang dapat digunakan sebagai perluasan perkebunan kelapa sawit dan hutan tanaman daripada melakukan perluasan di lahan gambut dan hutan tropis yang kaya akan karbon.

.(*)
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved