Penemuan Makara
Ada Tempat Pemandian di Candi Muaro Jambi
TRIBUNJAMBI.COM - Pandangan Bante Sujid menyapu kawasan Candi Kedaton di kompleks Situs Candi Muaro Jambi, Jumat (12/8) siang
Penulis: ribut | Editor: Rahimin
JAMBI, TRIBUNJAMBI.COM - Pandangan Bante Sujid menyapu kawasan Candi Kedaton di kompleks Situs Candi Muaro Jambi, Jumat (12/8) siang. Tak puas dengan pandangannya, bhiksu asal Thailand yang selama masa wasa ini tinggal di Vihara Maha Citiya Oenang Hermawan Jambi ini, melangkahkan kakinya.
Di titik-titik tertentu dia berhenti. Menerawang disusul kemudian tangannya menengadah rendah. Lalu kakinya digerak- gerakkan menggerus tanah. Itu dia ulang-ulang hingga akhirnya dia menyampaikan informasi kepada Tribun bahwa yang baru saja dia kelilingi adalah tempat pemandian.
Usai menyampaikan penemuannya itu, tubuhnya memgungkuk dan tangannya membersihkan batu dan daun lalu tangan keriput itu ditarik untuk membuat tanda garis. "Ya, di sini sampai sana itu (tangannya menunjuk ujung batas pagar situs candi) adalah tempat pemandian. Kolam renang," katanya sembari tersenyum.
Lalu Bante Sujid geleng-geleng kepala menyaksikan hamparan dan tumpukan batu serta tanah, juga pohon-pohon tua di lokasi candi itu. "Saya tidak tahu, dulu bisa tertimbun begini karena apa? Tsunami, gempa atau apa? Ini sangat kaya dan sangat indah," katanya lagi.
Bante Sujid bercerita, banyak bhiksu di Thailand yang ingin datang ke Muaro Jambi. Mereka juga sangat mengenal sejarah Sriwijaya. Di Thailand pun banyak orang yang menggunakan nama belakang Sriwijaya. Ini menunjukkan kedekatan candi ini dengan Thailand.
Sedang mengenai dua makara--arca-- yang ditemukan pekerja pemugaran Candi Kedaton, Bante Sujid mengaku sudah menyampaikan kabar ini kepada para bhiksu di negaranya. Bahkan pada sekitar November atau Desember akan datang ke Candi Kedaton.
Menurut Bante Sujid, bentuk makara menyerupai ular besar dan kepala kambing. Dengan seksama, Bante Sujid menjelaskan alasan 'menangkap' makara menyerupai kepala kambing di mulut ular.
Di bawah ada tonjolan batu kecil menyerupai kepala kambing, kemudian ada kesan mulut menganga ular besar berikut gigi ular.
Seolah belum percaya dengan perkiraannya, Bante Sujid mengambil langkah mundur dan terus mengamati dengan seksama. Lalu dia manggut-manggut dan berkata," Kalau yang bawah itu kepala kambing, sedang yang atas memang ular besar bukan naga ya," katanya.
Ketika ditanya sejarah apa yang tergambar dari dua makara itu, Bante Sujid hanya geleng-geleng kepala. "Saya belum tahu," katanya. Namun dia memastikan usia makara itu lebih dari seribu tahun.
Sedang melihat stuktur tangga andesit, Bante Sujid memperkirakan di atas ada hamparan yang bisa saja untuk beribadah atau singgasana. "Nanti setelah ini ada turunan kembali," prediksi Bante Sujid.