kebakaran

Pemilik Rumah Hanya Bisa Minta Tolong

TRIBUNJAMBI.COM - Sartikun (35), satu di antara penghuni bedeng tiga pintu, panik ketika mendengar suara gaduh dari sebelah dinding rumahnya.

Penulis: esotribun | Editor: esotribun
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Eso Pamenan

JAMBI, TRIBUNJAMBI.COM - Sartikun (35), satu di antara penghuni bedeng tiga pintu, panik ketika mendengar suara gaduh dari sebelah dinding rumahnya. "Tolong...tolong.. api...api... teriak pemilik rumah sambil menggedor-gedot dinding," ucap Sartikun kepada Tribun, mengisahkan awal mula terjadinya kebakaran.

Katanya, api bermula dari bedeng pertama yang dihuni pemilik bedeng. Karno, pemilik bedeng, tak bisa berbuat banyak, kata pedagang mie itu, lantaran sudah tua. "Ketika ia tahu rumahnya terbakar, ia hanya bisa berteriak minta tolong," ucap Sartikun. Api, menurutnya, berasal dari bedeng yang dihuni pemilik bedeng.

Mengetahui bedeng terbakar, Sartikun yang baru beberapa saat memejamkan mata, panik. Ia pun membangunkan anak semata wayangnya dan ibu, yang juga tinggal bersamanya. "Tak sempat lagi menyelamatkan barang-barang yang lain. Yang bisa diselamatkan motor sama tivi saja," tutur Sartikun, yang ditemui Tribun, di rumah tetangga di RT 24 Kelurahan Jelutung, Kota Jambi.

Diketahui, kebakaran itu terjadi sekitar pukul 12.30, Jumat (22/7) dini hari. Belum diketahui secara pasti berapa jumlah rumah yang terbakar. Pastinya, tiga bedeng terbuat dari papan ludes diamuk se jago merah.

Hingga berita ini diturunkan, petugas pemadam kebakaran bekerja keras menjinakkan api, yang mulai menjilat rumah lainnya, yang juga terbuat dari kayu.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved