Smart Woman
Porsinya Aja yang Diperbanyak
TRIBUNJAMBI.COM - VEGETARIANISME kian populer dalam beberapa tahun terakhir
Penulis: kelik | Editor: Deddy Rachmawan
Para pelakunya, yang disebut vegetarianisme, mengenyahkan daging dan produk hewani lainnya dari daftar menu sehari-hari. Mengandalkan asupan gizi harian sebenuhnya kepada sayur mayur dan buah-buahan yang kaya vitamin, mineral, serta serat.
Konon pola semacam ini menghindarkan diri dari makanan-makanan yang bersifat karsinogenik dan memicu penyakit degeneratif lainnya semacam jantung koroner, juga obesitas.
Oleh pengadopsinya, diyakini lebih ramah lingkungan karena menghasilkan metan yang lebih sedikit ketimbang pola makan berdaging. Metan termasuk gas penyumbang kebocoran ozon.
Meski banyak nilai plus, pola vegetarian yang sedang naik daun ini belum memikat Alistya Dwi Hartono. Alis, demikian sapaan akrab, berkata bahwa banyak makanan favoritnya masih berdaging. Contohnya adalah sate madura, sop buntut, serta olahan seafood.
"Paling suka kalau seafood itu pas makan udang karena menurutku dagingnya lembut. Tapi, seafood itu asal bukan cumi. Geli soalnya," kata Alis seraya sedikit tergelak, dalam perbincangannya dengan Tribun di rumahnya di daerah Pasir Putih pada Rabu (1/6) siang
Namun, menurutnya, ia juga tidak makan daging secara berlebihan. Jika habis bersantap daging pada siang atau sore, maka malam ia lantas terkadang tak makan malam.
Setiap makan daging, sebisa mungkin diimbangi Alis dengan sayur atau lalapan. Itu lah kenapa ia merasa cocok dengan restoran yang memiliki olahan sayur enak. Contohnya Cwie Mie Malang Roelli's di dekat Simpang Tiga Bandara, yang dipuji Alis punya cah kangkung enak, juga Solaria di Mal WTC Batanghari yang nikmat olahan capcay-nya.
Menurut Alis, sejauh ini cukuplah dengan pola konsumsi makanan yang dipilihnya. Ia merasa belum memiliki bayangan dalam soal mengadopsi vegetarianisme. Lidah dan perutnya sejauh ini masih membutuhkan cita rasa daging. (yoseph kelik)