Kamis, 9 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Penyiksaan Pembantu

Terungkap Ketika Marlena Dituduh Curi Perhiasan Rp 1 Miliar

SURABAYA, TRIBUNJAMBI.COM - Penyiksaan Marlena terungkap saat majikannya Fang menyeret pembantunya itu ke Polwiltabes Surabaya

Editor: esotribun
SURABAYA, TRIBUNJAMBI.COM - Penyiksaan Marlena terungkap saat majikannya Fang menyeret pembantunya itu ke Polwiltabes Surabaya dengan tuduhan mencuri perhiasan. Polisi yang curiga pada kondisi Marlena pun menyelidiki dan mengungkap penyiksaan itu.

Marlena nyaris hilang harapan. Meski tubuhnya semakin ringkih, deraan dari majikannya belum juga reda. Bahkan terus menjadi tiap hari. Karena gebukan tiap hari itu, lukanya makin perih.

Kengerian semakin membayang ketika si majikan perempuan, Tan Fang May, melontarkan tuduhan baru, mencuri perhiasan senilai Rp 1 miliar. Tentu saja, Marlena tidak mengaku, dan cerita berikutnya bisa ditebak, yaitu penyiksaan berlanjut.

Karena tidak mau mengaku itulah, sejak 12 Mei hingga tiga hari kemudian ia disiksa habis-habisan. Seluruh tubuh Marlena diinjak-injak Fang, terutama kakinya. Akibat penyiksaan itu, kaki gadis Tuban itu mengalami pendarahan dan nyaris busuk.

Akhirnya, Marlena menyerah. "Ya sudah Cik (tacik) Fang, saya pasrah. Kalau mau dilaporkan polisi silakan," kata Marlena seperti ditirukan seorang penyidik di Polrestabes Surabaya, Minggu (22/5).

Rupanya, kepasrahan Marlena itu justru membuahkan harapan baru. Ia berharap Fang menyeretnya ke polisi dan dengan begitu justru penyiksaanya bisa terungkap dan berakhir.

Benar saja, pada 16 Mei 2011, Fang sendiri yang membawa Marlena ke Mapolrestabes Surabaya dengan tuduhan mencuri perhiasan senilai Rp 1 miliar itu. "Dia sendiri mengaku kalau mencuri emas milik saya," ujar Fang dengan tangan menengadah menunjukkan perhiasannya.

Polisi menerima laporan itu. Namun, saat itulah polisi curiga. Penyidik tidak menemukan bukti-bukti pencurian, sebaliknya curiga ada penganiayaan berat setelah menyaksikan kondisi Marlena yang penuh luka itu.

Setelah memproses laporan itu, Fang disuruh pulang, sedangkan Marlena langsung dibawa ke Klinik Polrestabes Surabaya. Saat itulah kasus itu menjadi terang benderang. Dokter menyimpulkan Marlena menjadi korban penganiayaan berat.

Kondisi pun menjadi berbalik, Marlena-lah yang melaporkan majikannya. Polisi pun tak menunggu lama. Mereka langsung menjemput Fang, suami, serta anak dan menantunya karena dianggap terlibat dalam penganiayaan itu.

Sekarang segalanya berbalik 180 derajat. Fang yang sebelumnya mampu menyiksa Marlena begitu rupa, kini mengemis-ngemis minta dibebaskan. Didampingi seorang penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya, Fang yang kini berbaju tahanan oranye itu histeris.(*)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved