Kongres PSSI
Arifin Panigoro: Sidang Alot Itu Biasa
JAKARTA, TRIBUNJAMBI.COM - Penggagas Liga Primer Indonesia, Arifin Panigoro menganggap situasi sidang dalam Kongres PSSI 2011 hal yang biasa.
Editor:
Nani Rachmaini
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Pengusaha Arifon Panigoro, bersama Kasad Jenderal (TNI) George Tisutta (tak terlihat) melakukan konferensi pers, di Hotel Gran Melia, Jakarta, Kamis (24/3/2011). Dalam acara tersebut kedua pasangan calon ketua dan wakil ketua PSSI tersebut menyatakan tetap akan maju dalam persaingan kursi Ketua PSSI.
JAKARTA, TRIBUNJAMBI.COM - Penggagas Liga Primer Indonesia, Arifin Panigoro menganggap situasi sidang seperti yang terjadi dalam Kongres PSSI 2011 adalah hal yang biasa. Membandingkannya dengan sidang di DPR RI, Arifin menyebutkan persidangan bisa berlangsung dua hari dan dua malam.
"Biasanya sidang seperti itu harus siap alot. Kalau di DPR dulu, setahu saya bisa dua hari dua malam. Ya itu wajar, namanya juga beda pendapat," ungkap Arifin saat ditemui di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (21/5/2011).
Arifin mengatakan dengan sikap Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar meninggalkan Kongres, kini proses pemilihan Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan Anggota Komite Eksekutif PSSI Periode 2011-2015 harus kembali dari awal. Hal ini pun menyebabkan Indonesia kehilangan waktu.
"Tapi ya ini kenyataan, kita lanjutin saja nanti," katanya.
Menurut Arifin, seharusnya dalam menghadapi persidangan yang alot, pemimpin sidang harus memiliki sikap yang kuat. Dan mengingat keputusan Kongres PSSI harus ada suara anggota, Arifin menilai pimpinan Kongres harus memiliki sikap yang tegas tapi demokratis.
Arifin tidak sependapat jika alotnya Kongres PSSI 2011 dikarenakan adanya pemaksaan kehendak dari salah satu pihak peserta Kongres. Menurutnya, perbedaan pendapat yang terjadi dalam Kongres PSSI bisa diselesaikan lewat voting.
"Ya itu lewat voting saja. Buat apa ada kongres kalo begitu," tegas Arifin
"Biasanya sidang seperti itu harus siap alot. Kalau di DPR dulu, setahu saya bisa dua hari dua malam. Ya itu wajar, namanya juga beda pendapat," ungkap Arifin saat ditemui di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (21/5/2011).
Arifin mengatakan dengan sikap Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar meninggalkan Kongres, kini proses pemilihan Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan Anggota Komite Eksekutif PSSI Periode 2011-2015 harus kembali dari awal. Hal ini pun menyebabkan Indonesia kehilangan waktu.
"Tapi ya ini kenyataan, kita lanjutin saja nanti," katanya.
Menurut Arifin, seharusnya dalam menghadapi persidangan yang alot, pemimpin sidang harus memiliki sikap yang kuat. Dan mengingat keputusan Kongres PSSI harus ada suara anggota, Arifin menilai pimpinan Kongres harus memiliki sikap yang tegas tapi demokratis.
Arifin tidak sependapat jika alotnya Kongres PSSI 2011 dikarenakan adanya pemaksaan kehendak dari salah satu pihak peserta Kongres. Menurutnya, perbedaan pendapat yang terjadi dalam Kongres PSSI bisa diselesaikan lewat voting.
"Ya itu lewat voting saja. Buat apa ada kongres kalo begitu," tegas Arifin