Kongres PSSI

Baru Dibuka, Kongres PSSI Banjir Interupsi

JAKARTA, TRIBUNJAMBI.COM - Pembukaan Kongres PSSI di Golden Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (20/5/2011), boleh saja berjalan lancar.

Editor: Nani Rachmaini
zoom-inlihat foto Baru Dibuka, Kongres PSSI Banjir Interupsi
TRIBUNNEWS.COM/Herudin
Ketua Normalisasi PSSI, Agum Gumelar, membuka Kongres PSSI di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Jumat (20/5/2011). Kongres akan memilih Ketua dan Wakil Ketua PSSI untuk periode 2011-2015 dari 19 nama calon yang lolos seleksi Komite Normalisasi.
JAKARTA, TRIBUNJAMBI.COM - Pembukaan Kongres PSSI di Golden Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (20/5/2011), boleh saja berjalan lancar. Namun selepas jeda dan dimulai kembali, suasana panas mulai terasa. Agum yang baru memulai pembicaraan langsung dipotong.

Peristiwa ini berawal ketika utusan dari Jawa Barat mengungkapkan agar dalam kongres disterilkan dari mereka yang bukan peserta atau calon kandidat. Permintaan selain itu, agar peserta kongres dihadirkan Ketua Komite Banding untuk menjelaskan ada beda pendapat dengan Ketua Komite Normalisasi.

Belakangan, ini kemudian memancing peserta lainnya bersuara. Mereka mempunyai pendapat yang sama kenapa Komite Banding tak dihadirkan sejajar dengan anggota Komite Normalisasi. Muncullah suara peserta berikutnya dan ini yang memuat pihak keamanan merangsek masuk.

Agum akhirnya berdalih bahwa tidak masuknya dua nama George Toisutta dan Arifin Panigoro bukan persoalan dia diterima di Komite Banding. Melainkan jauh sebelum masuk tahap banding, keduanya sudah cacat dalam proses verifikasi. "Mereka sudah dinyatakan gugur, ditolak. Jadi sudah diputuskan," kilahnya.

Penjelasan Agum masih tak bisa menenangkan peserta. Satu peserta dengan peserta lainnya berlomba mengambil mikropone. Bahkan, Sukawi, mantan anggota Komite Normalisasi pun ikut bicara. Termasuk Arif Sirajudin, manajer PSM Makassar.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved